Pernahkah Anda berada dalam sebuah situasi dimana Ana bertyanya kepada si kecil “Apakah piring kotor bekas makan Adek sudah dibersihkan?” lalu si kecil menjawab “Sudah”. And alalu menuju ke dapur dan ternyata piring bekas makan si kecil masih tergeletak di sana dan belum di cuci. Tepat, si ekcil berbohong. Apa yang akan Anda lakukan sebagai orangtua saat berada dalam situasi seperti ini?

Mungkin situasi ini bisa saja terjadi di rumah. Saat mengetahui si kecil berbohong, kebanyakan orangtua akan bereaksi cepat dan emosional. Sebelum emosi, cobalah untuk melihat dahulu penyebabnya. Apa yang menjadi penyebab si kecil berbohong.

1. Anak Anda Ingat Bahwa Ia Telah Melakukan Tugas Tersebut, Tetapi Tidak Ingat Kapan.

Hal ini bisa terjadi pada anak-anak dengan ADHD, gangguan kecemasan, dan lainnya dimana mereka akan kesulitan untuk meningat tugas yang difatnya berulang akibat defisit memori kerja. Seringkali anak ingat mencuci piring, namun ia lupa apakah piring yang dicuci adalah piring hari ini atau kemarin.

2. Berbohong Menjadi Cara Cepat Untuk Merasa Aman Ketika Mereka Stres

Cobalah pikirkan saat Anda merasa stress atau terancam, maka bisa jadi tenggorokan Anda akan tercekar dan bulu kuduk Anda akan berdiri disertai nafas yang semakin cepat. Mungkin mereka ingin  secepatnya merasa aman dan berbohong adalah salah satu caranya agar kita cepat merasa aman.

Sebenarnya terlepas dari kebohongan anak entah disengaja atau tidak, sebenarnya Anda tetap dapat mengendalikan kebohongan mereka, diantaranya:

1. Menggunakan To Do List Untuk Mendukung Kerja Memori

Salah satu cara terbaik untuk mendukung si kecil mengingat apa yang sudah dilakukan adalah dengan memberikan daftar yang harus dikerjakannya. Setelah mengerjakannya, berilah tanda checklist. Dengan car aini, mereka dapat meligat tugas apa yang telah mereka kerjakan.

2. Perhatikan Saat Anak Anda Merasa Terancam

Mungkin si kecil takut jika dimarahi. Alih-alih memarahinya, cobalah mengajaknya bersikusis ebenarnya apa yang mereka alamid an rasakan.Tarik nafas, lalu ajak emreka minum susu hangat saat mengobrol. Bicarakan tentang apa yang sebenarnya terjadi, tetapi hanya setelah anak tenang dan merasa aman.

3. Bersikap Ingin Tahu Dan Tunjukkan Rasa Empati

Mungkin akan ada rasa kecewa dan sedih saat mengetahui anak berbohong, namun ada baiknya Anda tidak berlarut larut dalam eksedihan dan segera mencari solusi. Alih-alih mengecap si kecil seorang pembohong, cobalah mencari tahu penyebab si kecil yang berbohong dan tanamkan bahwa Anda memiliki anak yang baik, hanya saja ia membutuhkan pertolongan. Sebagair orangtua, jangan lelah untuk membantu dan mendampingi si kecil.

Lakukan pendekatan agar si kecil mau bercerita dan berdiskusi dengan Anda. Berikan solusi terstruktur untuk membantu si kecil mengingat aktivitas yang ia lakukan. Beri ia kepercayaan sekali lagi agar ia merasa masih bisa dipercaya. Anak-anak juga ingin menjadi lebih baik dan tugas Anda sebagai orantua adalah ada dan hadir untuk membantu anak Anda mewujudkan keinginannya ini.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Intip Kesalahan Pola Asuh Dan Cara Memperbaikinya (Bagian II) – end 

Menjadi orangtua tentu tidaklah mudah, karena kita pada