Tentu kamu tidak asing lagi dengan cerita atau plot tentang berdebat/bertengkar dengan pasangan kemudian berujung dengan adegan seks. Ini adalah plot klasik dari kisah-kisah Hollywood, di mana pasangan memulai pertengkaran seru, lalu di tengah pertengkaran, satu pasangan mendorong yang lain ke dinding, dan mereka berciuman dengan panas, lalu meningkat menjadi seks yang bergairah.

Pernahkah kamu memikirkan mengapa ini bisa terjadi? Apakah ada hubungan antara marah dan terangsang? Setelah mengumpulkan informasi dari para psikoterapis, ahli fisiologi, dan ahli seks, ternyata memang ada beberapa sains di balik cerita klasik ini. 

Berikut adalah beberapa alasan kuat mengapa beberapa orang bisa terangsang setelah bertengkar dengan pasangan :

  • Hormon

Hormon seperti testosteron, adrenalin, dan kortisol (hormon stres) semuanya akan melonjak saat kita bertengkar dengan seseorang, termasuk bertengkar dengan pasangan kita. Ketika kortisol dilepaskan dari stres, tubuh dan pikiran kita mungkin merindukan kedekatan/keintiman seks. Relief orgasme dan kesenangan mampu meningkatkan serotonin, dopamin, adrenalin, dan oksitosin (hormon cinta. 

Hormon yang dilepaskan selama perkelahian dapat membuat kamu marah, hormon yang dilepaskan setelah perkelahian dapat menenangkan kamu, dan membuat kamu merasa puas, memberi kamu perasaan kuat, dan meningkatkan rasa aman dalam diri  kamu — secara ajaib, semua ini bergabung dan membuat kamu menjadi terangsang.

  1. Evolusi

Seks setelah bertengkar tidak hanya memberikan kelegaan, tetapi juga menciptakan kegembiraan bagi pasangan. Kamu akan merasakan perubahan, dimuai dari merasa terancam, kemudian berubah menjadi merasa menang dalam mengatasi ancaman. Pada dasarnya, kamu mungkin merasa telah mengatasi sesuatu yang besar, sehingga tubuh kamu merayakannya dengan menjadi bersemangat (baca: terangsang).

  • Kecemasan dan gairah

Gairah dan kecemasan adalah sensasi mirip yang meningkatkan detak jantung, aliran darah, dan pernapasan kamu. Saat kita sedang stres, seperti stres yang disebabkan oleh pertengkaran, sistem saraf simpatik kita akan terangsang. Inilah mengapa perkelahian membuat kamu bersemangat dan bergairah. Ini juga memicu respons melawan dari dalam diri kamu, yang membuat kamu penuh energi dan membuat kamu termotivasi untuk ingin secara fisik bertindak dengan cara tertentu (seks). 

Cara apa yang lebih baik untuk memuaskan kebutuhan fisik selain dengan orang tercinta yang juga membuat kamu kesal? Tentu kamu tahu jawabannya.

  • Ini adalah cara untuk mengatasi trauma

Peristiwa traumatis yang berisi pertengkaran atau kemarahan yang intens (selama masa kanak-kanak atau beberapa titik di tahun-tahun awal kehidupan kamu) terkadang dapat berhubungan dengan perasaan seksual. Karena itu, bisa jadi kamu terangsang setiap kali bertengkar dengan pasangan.

Secara psikologis, ketika pasangan bertengkar, mereka sering membuat pemicu atau bagian yang sangat menakutkan dari sistem ingatan mereka menjadi aktif kembali. Ketakutan dapat menciptakan rasa ditinggalkan, rasa tidak mampu, atau keduanya, sehingga seks terkadang dapat meredakan ketakutan itu dengan meningkatkan keintiman dan membangun kembali perasaan aman dalam diri kamu.

Bagaimana? Apakah kamu sudah mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang alasan mengapa bertengkar bisa membuat kamu dan pasangan menjadi terangsang secara seksual?

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/apa-yang-boleh-dan-tidak-boleh-diminum-saat-diet-puasa/

https://www.tampilcantik.com/ini-dia-treatment-untuk-mengencangkan-wajah/

https://www.tampilcantik.com/ingin-wajah-mulus-dan-cerah-yuk-pelajari-perawatan-dermaroller-dan-perhatikan-hal-hal-penting-berikut/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

5 Tanda Ini Menandakan Pasangan Kamu Sudah Berhenti Mencintaimu

Cinta seorang pria pada umumnya diekspresikan dalam tiga