Tahukah kamu, sekitar 35% remaja di dunia ini pernah menjalin hubungan romantis atau pacaran. Meskipun pacaran di kalangan remaja adalah hal biasa, tetapi tidak demikian bagi orang tua. Masih banyak orang tua di luar sana yang resah jika anaknya pacaran.

Daripada kebingungan, panik, dan mengekang anak, ada baiknya orang tua melakukan hal-hal berikut ini demi kebaikan anak :

  1. Dukung anak dan berkenalan dengan pacarnya 

Pilihan bijak saat anak mulai pacaran bukanlah mengekangnya dengan menyita handphone atau tidak memperbolehkan anak keluar rumah. Namun, cara yang tepat adalah mendukung anak dengan catatan harus kenal dengan pacarnya. 

Bertemu dengan pacar anak akan memberi kamu gambaran tentang seperti apa orang yang bergaul dengan anakmu. Jadi, coba undang pacar anak untuk main ke rumah, makan malam bersama, atau mungkin berlibur bersama. Kegiatan-kegiatan tersebut perlu dilakukan agar kamu dapat mengenal lebih dekat, orang seperti apakah pacar anak kamu itu. 

  1. Jangan meremehkan perasaan anak

Sebagai orang yang hidup lebih lama dari anak, tentu kamu bisa menganggap perasaan anak kamu adalah hal sepele yang tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi ingat, kamu juga pernah remaja dan merasakan apa yang mereka rasakan saat ini. Jadi, jangan menyepelekan atau menganggap remeh perasaan anak kamu.

Dukung dan dengarkan mereka saat mereka sedang jatuh cinta, berbunga-bunga, atau bahkan sedang galau karena pacarnya. Mengakui dan memahami perasaan anak akan menumbuhkan kepercayaan dan memperkuat hubungan kalian. 

  1. Hindari “helicopter parenting

Helicopter parenting adalah cara memperlakukan anak dengan bertindak seperti CCTV. Coba tahan hasratmu untuk mengetahui segala hal yang dilakukan dan dipikirkan anak. Kamu perlu menghargai privasi mereka dan tidak perlu menjadi CCTV berjalan, terutama bagi kehidupan romantisnya. 

Tidak perlu memeriksa handphone anak untuk membaca pesan-pesannya atau memeriksa galeri fotonya. Remaja membutuhkan privasi dan kamu perlu menghargai itu.

Lain ceritanya jika anak kamu yang dengan sengaja menunjukkan pesan-pesan manisnya bersama pacar atau curhat tentang masalah lainnya. Saat hal itu terjadi, barulah kamu bisa “ikut campur” dalam kehidupan pribadi anak dan memberi saran sebagai orang tua.

  1. Ajari anak tentang menetapkan batas saat pacaran

Alih-alih melarang anak untuk berkencan, akan jauh lebih baik jika kamu menyampaikan pesan dan nasihat kepada mereka layaknya seorang teman. Ingatkan anak kamu agar tetap menetapkan batas saat pacaran. 

Misalnya, kamu dapat memberitahu anak kamu tentang kapan mereka harus mengatakan “tidak” untuk sesuatu yang akan dilakukan dengan pacar. Kamu juga bisa memberitahu tentang risiko berhubungan seksual sehingga anak kamu dapat dengan sendirinya menetapkan batasan saat pacaran. 

Sebagai tambahan, kamu juga bisa memberikan tips bagaimana cara melindungi diri ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun, kamu harus mengemas semua nasihat itu dengan cara yang baik agar anak merasa nyaman. 

  1. Percayalah pada anak

Terakhir, kamu perlu mempercayai anak kamu. Mereka bukan balita yang harus selalu ada dalam pantauan kamu selama 24 jam penuh. Remaja sudah mampu bertanggung jawab atas tindakan mereka, meskipun kamu masih perlu mendampinginya. 

Ingat, mendampingi berbeda dari mengontrol. Kamu boleh memberikan saran dan nasihat, tetapi anak kamu yang harus mengambil keputusan atas kehidupan percintaannya. Jika kamu percaya pada anak, maka mereka juga akan percaya padamu. 

Baca Juga :

Merasa Terlalu Tua untuk Punya Anak? 8 Selebriti Ini Mungkin Bisa Jadi Inspirasi

11 Kebenaran yang Wajib Diketahui Anak Perempuan Kamu Sebelum Mereka Beranjak Dewasa

Tidak Perlu Pacaran Lama-Lama Dengan Dia, Inilah Alasan Kenapa Kamu Wajib Segera Menikah

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

5 Hal Ini Wajib Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Punya Anak 

Tahukah kamu, ada pepatah mengatakan “Tidak pernah ada