Hubungan asmara selalu diawali dengan banyak hal manis yang membuat jantung berdebar-debar. Kamu mungkin akan berdebar setiap mendapatkan pesan dari pasangan. Atau kamu berdebar ketika sedang menunggunya menjemput kamu di rumah.


Namun, setelah berjalan beberapa minggu atau beberapa bulan, percikan asmara bisa berubah. Ketika pasangan kamu menghujanimu dengan begitu banyak perhatian sampai membuatmu sulit bernafas, maka kamu patut khawatir. Itu tanda bahwa kamu sedang mengalami “Bom Cinta”.

Bom cinta adalah pelecehan dalam hubungan yang mungkin tampak biasa saja (tidak seperti sebuah kejahatan), namun ini bisa membuat kamu tidak nyaman dan bingung untuk bersikap. Jika berlarut-larut dalam serangan bom cinta dari pasangan, kamu akan terjebak dan sulit melepaskan diri darinya. 

Sejatinya, bom cinta adalah cara mempengaruhi seseorang dengan mengatasnamakan kasih sayang dan kebaikan. Konsekuensi dari fenomena ini tidak hanya memprihatinkan tapi juga bisa jadi tragis. Seseorang yang sengaja melakukan bom cinta biasanya bertujuan untuk mengikat kamu padanya.

Ketika mengalami bom cinta, kemandirian dan harga diri kamu akan sangat melemah, karena pasangan kamu sekaan-akan mempermainkan kamu seperti boneka. 

Tanda-tanda Bom Cinta dan Bahayanya Untuk Hidup Kamu

  1. Kamu dihujani perhatian yang berlebihan 

Pasangan kamu akan membuatmu merasa istimewa dengan berbagai cara. Tidak peduli seberapa banyak kamu berbicara, dia tidak akan pernah bosan mendengarkan kamu. Selain itu, bisa saja dia mengirimimu stiker-stiker cinta seharian penuh. Kamu akan selalu mendapat pujian, kamu selalu menerima hadiah, selalu diantar jemput oleh pasangan, sampai-sampai kamu merasa tidak dapat membayangkan hidup tanpa dia. 

  1. Kamu terisolasi dari hubungan lain

Setelah berkencan dengannya, kamu jadi tidak pernah datang ke pertemuan dengan teman, atau menjadi tidak aktif di grup pertemanan kamu. Karena, pasangan kamu membutuhkan perhatian kamu 24 jam. Dia akan meyakinkan kamu bahwa dialah yang kamu butuhkan di hidup ini, tidak ada orang lain yang kamu butuhkan selain dia. Biasanya, seorang pengebom cinta akan sangat marah jika kamu tidak memberikan perhatian yang dia inginkan.

  1. Dia membuatmu berpikir bahwa kalian ditakdirkan untuk bersama

Umumnya, butuh berminggu-minggu bagi untuk menyatakan cinta. Karena, dalam periode tersebut, orang akan saling mengenal dan memeriksa apakah masih tertarik satu sama lain. Tapi, seorang pengebom cinta bisa dalam waktu singkat menyimpulkan bahwa kamu adalah belahan jiwanya, kamu adalah orang yang dia cari selama ini, atau bahwa kalian ditakdirkan untuk bersama. Dia akan meyakinkan kamu bahwa dialah “orang yang kamu cari”.

  1. Kamu mungkin akan terjebak pada ketergantungan yang tidak sehat 

Tujuan utama dari pasangan adalah mengikat kamu agar bergantung pada dia, baik secara fisik maupun emosional. Ketika kamu terbiasa dengan semua kebaikan, perhatian, dan dukungannya, kamu akan merasa kesepian ketika tidak ada dia. Kamu pun tidak bisa membayangkan bagaimana kamu akan hidup jika tanpanya. Tentu saja hal ini tidak sehat, karena kamu menjadi tidak mandiri dan melupakan sosok dirimu sebagai “individu” yang berbeda. Kamu hanya fokus hidup sebagai “Pasangan dari X”.

  1. Sulit bagimu untuk memutuskan berpisah

Ketika kamu mulai merasa ada yang tidak beres dengan hubungan kamu dan sikap pasangan kamu, dia akan berusaha keras untuk meluruskan semua hal, membuatmu tidak punya pilihan lain kecuali bertahan dalam hubungan. Kamu mungkin akan sulit untuk menolak apa yang dia inginkan, atau mengkritik sikapnya, karena kamu merasa sudah banyak berutang budi pada dia. Bisa jadi, ketika kamu tidak membalas pesan atau mengangkat teleponnya dalam lima atau sepuluh menit, dia akan marah besar atau meneleponmu berkali-kali tanpa henti. 

Baca Juga :

Ingin Tahu Apakah Dia Juga Mencintai Kamu? Simak 5 Tanda Berikut Ini

Cinta Beda Usia? Jangan Takut, Ini Tipsnya Agar Berhasil

Cara Mengenal 5 Bahasa Cinta Untuk Meningkatkan Hubungan Suami Istri

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

5 Hal Ini Wajib Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Punya Anak 

Tahukah kamu, ada pepatah mengatakan “Tidak pernah ada