Pada umumnya, kulit mengalami kerutan karena proses penuaan. Ketika memasuki masa penuaan, secara alami protein penting seperti kolagen dan elastin jumlahnya akan menurun. Kedua zat tersebut memiliki fungsi untuk menjaga elastisitas, struktur dan juga kekencangan kulit.

Baik kolagen dan elastin diproduksi tubuh dengan jumlah yang cukup untuk menjaga kulit terhindar dari kerutan di usia yang muda. Produksi kedua zat ini akan menurun saat seseorang menyentuh kepala tiga sehingga menyebabkan munculnya kerutan dan hilangnya elastisitas kulit. 

Terdapat pemicu lain yang menyebabkan kulit Anda memiliki kerutan yaitu faktor keturunan. Genetik yang mengalir dalam diri Anda mampu menentukan bagaimana tekstur, struktur dan visual kulit. Selain penyebab alami ini, terdapat beberapa alasan mengapa kulit mulai kendur dan keriput yaitu sebagai berikut:

1. Terpapar Sinar UV

Siapa sangka jika sinar UV dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit? Hal ini dapat terjadi karena sinar UV dapat menembus lapisan kulit sampai bagian dermis. Sinar UV memiliki suatu kandungan enzim yang dapat mengakibatkan kolagen terdegradasi sehingga kualitasnya menurun. Jadi, jika kulit terpapar sinar UV terus menerus maka resiko munculnya kerutan akan bertambah.

2. Diet tidak konsisten

Bagi Anda yang baru memasuki usia 20an namun sudah memiliki kerutan di wajah, diet tidak konsisten bisa menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini disebabkan karena berat badan tubuh berubah-ubah, kadang naik dan kadang turun. Kulit jadi ikut melebar dan mengecil seiring perubahan berat badan tubuh sehingga merusak struktur elastisitasnya. 

3. Merokok

Merokok tidak hanya berbahaya bagi paru-paru, jantung dan organ krusial lainnya. Berbagai kandungan yang ada di dalam rokok juga berpengaruh pada proses penuaan dini sehingga menyebabkan kemunculan kerutan di kulit. 

Lebih tepatnya kandungan nikotin yang terdapat pada rokok dapat mengakibatkan pembuluh darah yang ada di lapisan paling luar kulit ukurannya menjadi sempit. Keadaan ini membuat aliran darah menjadi tidak stabil sehingga kualitas tampilan kulit juga ikut menurun. Kulit akan menjadi kering, kusam, pucat, bernoda dan tentunya akan muncul garis-garis halus di wajah.

4. Konsumsi gula berlebihan

Bagi Anda yang sudah menggunakan segala macam skincare namun tak kunjung juga mendapatkan hasil terbaik, bisa jadi Anda kelebihan kandungan gula di dalam tubuh. Ditemukan dalam sebuah penelitian jika mengkonsumsi gula terlalu banyak dapat berpengaruh negatif pada kulit.

Pasalnya, glukosa dan fruktosa berlebih dapat berpengaruh pada zat penting bagi kulit seperti kolagen dan elastin. Hal ini terjadi karena asam amino pada kedua unsur tersebut diikat dan tidak berfungsi dengan baik.

5. Terlalu sering mencuci muka

Tahukah Anda bahwa mencuci muka terlalu sering bisa menjadi salah satu penyebab munculnya garis-garis halus di beberapa bagian wajah? Mencuci wajah untuk menghilangkan kotoran dan debu yang menempel pada wajah merupakan hal yang baik.

Tetapi mencuci muka terlalu sering dapat mengakibatkan kelembaban kulit berkurang. Akibatnya, kulit menjadi kering dan terasa seperti ditarik. Padahal hal tersebut menandakan bahwa kulit kurang terhidrasi. 

6. Posisi tidur

Kebiasaan tidur yang kurang baik juga bisa memengaruhi kondisi kulit Anda. Apalagi jika terjadi penekanan di area wajah sehingga dapat memunculkan kerutan. Sebaiknya atur posisi tidur terlentang sehingga wajah bisa menghadap ke atas sehingga tidak meninggalkan garis-garis di dagu, pipi atau kening.

Baca Juga :

Tahapan Penggunaan Skincare Untuk Pria

Mengintip Seberapa Penting Skincare bagi Pria

Skincare dengan Bahan Aktif Hyaluronic Acid? Amankah?

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like

Manfaat dan Pentingnya Rutinitas CTM

Rutinitas CTM mengacu pada proses pembersihan, pengencangan dan