Banyak orang memandang pola makan tinggi serat sebagai landasan nutrisi yang baik dalam upaya mencapai gaya hidup sehat. Banyaknya manfaat serat bagi kesehatan, seperti pencernaan yang lebih baik, pengelolaan berat badan, dan penurunan risiko penyakit kronis, sudah banyak diketahui. Namun ada ciri lain yang kurang diketahui dari mengonsumsi banyak serat yang patut dipertimbangkan: jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan masalah perut.

Apa itu Serat?

Sebelum mengeksplorasi kemungkinan kerugiannya, penting untuk mengenali manfaat serat. Makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, polong-polongan, dan kacang-kacangan mengandung serat, salah satu bentuk karbohidrat. Dua bentuk utama serat tidak larut dan larut.

  • Serat Larut

Varietas ini berubah menjadi zat seperti gel ketika dilarutkan dalam air. Makanan termasuk gandum, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran mengandungnya. Pengaturan gula darah dan penurunan kolesterol adalah dua manfaat serat larut.

  • Serat Tidak Larut

Jenis ini memberikan volume tinja lebih banyak dan tidak larut dalam air. Serat tidak larut banyak terdapat pada biji-bijian, kacang-kacangan, serta kulit buah dan sayuran. Sembelit dapat dihindari dan buang air besar secara teratur dapat didorong oleh serat tidak larut.

Kerugian dari terlalu banyak serat adalah sakit perut

Berikut masalah perut terkait pola makan tinggi serat:

  1. Kembung dan Gas

Mikroba usus mungkin memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan komponen makanan baru ketika orang tiba-tiba meningkatkan konsumsi seratnya. Gas tercipta ketika bakteri memfermentasi serat, yang menyebabkan kembung dan perut kembung.

  1. Ketidaknyamanan Perut

Saat sistem pencernaan mereka menyesuaikan diri dengan kandungan serat yang lebih tinggi, beberapa orang mungkin mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan yang umum di perut mereka. Fermentasi serat oleh bakteri usus mungkin menjadi penyebab rasa sakit ini.

  1. Sembelit

Meskipun serat biasanya mendorong buang air besar secara teratur, sembelit dapat terjadi akibat peningkatan serat yang cepat ditambah dengan asupan cairan yang tidak mencukupi. Air sangat diperlukan agar serat tidak larut dapat melewati sistem pencernaan secara efektif.

  1. Masalah Penyerapan Nutrisi

Meskipun serat baik untuk Anda, terlalu banyak serat dapat menghambat kemampuan tubuh Anda untuk menyerap beberapa mineral dan nutrisi. Misalnya, serat tidak larut dalam jumlah berlebihan dapat mengikat mineral seperti seng, magnesium, dan kalsium serta menurunkan penyerapannya. Untuk penyerapan nutrisi terbaik, penting untuk mengonsumsi serat dalam jumlah seimbang.

Tips Mengatasi Masalah Perut

  • Tingkatkan asupan serat Anda secara bertahap agar sistem pencernaan Anda memiliki waktu untuk menyesuaikan diri. Tingkatkan jumlah makanan kaya serat yang Anda makan secara bertahap dengan memulai dengan jumlah yang lebih kecil pada awalnya.
  • Konsumsilah berbagai makanan tinggi serat larut dan tidak larut untuk memastikan pola makan kaya serat. Hal ini dapat membantu dalam membangun keseimbangan yang meningkatkan kesehatan usus.
  • Untuk mendukung flora usus yang sehat, cobalah memasukkan makanan atau suplemen yang tinggi probiotik. Probiotik dapat mendukung pencernaan yang sehat dan membantu fermentasi serat.
  • Perhatikan jumlah makan karena terlalu banyak mengonsumsi serat dapat menyebabkan nyeri pada sistem pencernaan. Sadarilah bahwa tingkat toleransi setiap orang berbeda dan sesuaikan asupan serat Anda.

Baca Juga :

Diet Rendah Glikemik Beserta Manfaat dan Efeknya

10 Makanan Kaya Magnesium Terbaik Untuk Disertakan dalam Diet Anda

5 Mitos Diet yang Belum Pernah Didengar

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Terlalu Malas Berolahraga? Inilah 8 Cara Mengatasinya

Jika Anda salah satu dari mereka yang mengatakan