Serangan jantung paling sering ditemukan pada wanita yang berada dalam rentang usia 10 tahun setelah mereka menopause. Namun, ternyata, banyak wanita di bawah usia 50 tahun juga memiliki sakit jantung. Bahkan penyakit jantung adalah penyebab utama kematian wanita berusia di atas 35 tahun. Hal ini terjadi karena gejala-gejalanya sering tidak diperhatikan atau diabaikan begitu saja. Apa saja gejala-gejala tersebut?

1. Kaki Membengkak

Salah satu dari gejala kegagalan jantung kongestif adalah menumpuknya cairan atau edema yang bisa muncul di anggota gerakmu. Hal ini terjadi ketika jantung tidak bisa memproses darah masuk dan keluar dengan laju yang benar. Salah satu cara untuk memastikannya adalah dengan melihat jika pembengkakan ini malah menjadi semakin parah seiring hari dan bukannya membaik. Bahkan, edema karena sakit jantung bisa menyebar ke tubuh. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter.

2. Sakit Kepala

Sebelum kamu menelan obat sakit kepala dan mengabaikannya begitu saja, pahami bahwa sakit kepala berat bisa jadi merupakan gejala stroke atau penggumpalan darah. Jika kamu mengalami sakit ini bersama dengan gejala lain seperti kekakuan leher, kelelahan, atau pusing, dan atau jika rasa sakit ini munculnya tiba-tiba, kamu harus waspada terhadap aneurysme.

3. Kelelahan

Ini mungkin merupakan gejala tersulit untuk dipahami karena ada begitu banyak alasan mengapa kamu merasa lelah. Namun, rasa lelah di sini sifatnya abnormal. Jika kamu secara relatif merasa fit namun tiba-tiba saja terengah-engah menaiki tangga, maka kamu mungkin punya masalah. Pentunjuk lain: jika kamu merasa lemah seperti ketika kamu mengidap flu padahal kamu sedang tidak terserang flu. Dalam kasus ini, jantungmu mungkin tengah berusaha keras mengoksigenasi tubuhmu.

4. Kram Perut

Banyak orang mengasumsikan bahwa sakit jantung selalu dirasakan langsung di jantung atau bagian tubuh kiri. Namun, banyak orang tidak sadar bahwa rasa sakit ini bisa menjalar ke bagian-bagian lain di tubuh. Ketika kamu merasakan keram perut tajam, ada kemungkinan hatimu memancarkan sinya-sinyal sakit ke perutmu. Jika rasa sakit ini belum pernah kamu rasakan sebelumnya, ada baiknya kamu menghubungi dokter.

5. Pingsan

Pingsan adalah akibat dari penurunan tekanan darah. Hal ini bisa disebabkan karena banyak hal seperti postur hingga pengobatan. Namun, ini juga bisa jadi indikasi masalah yang lebih serius. Gangguan pada katup yang tidak mengijinkan aliran darah menjadi normal, detak jantung yang terlalu lambat atau keras, serta robeknya pembuluh jantung bisa jadi alasan pingsan. Jika kamu mengalami pingsan lebih dari satu insiden terisolasi, kamu harus memeriksakannya.

6. Tekanan Punggung Atas

Sekali lagi, serangan jantung tidak selalu dirasakan di area hati saja. Ada banyak pasien yang mengatakan bahwa serangan jantung ini rasanya seperti ada gajah yang duduk di punggung bagian atas mereka. Jika kamu merasa bagian tersebut mendapati tekanan yang sangat besar, ini bisa jadi gejala sakit jantung.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mandi Tanpa Sabun Lebih Sehat? Simak 5 Manfaat Mandi Tanpa Sabun Berikut Ini!

Tahukah kamu? Ternyata menyabuni tubuh kita dari ujung