Anak-anak yang berusia di bawah lima tahun atau yang kerap disebut balita, adalah salah satu makhluk paling misterius. Ada banyak fakta tentang balita yang bisa kamu dengar di mana-mana. Entah itu dari tetangga, dari orang tua, dari teman, dan lain-lain.

Tapi bagaimana jika fakta-fakta yang kamu ketahui selama ini adalah mitos belaka? 

Sebagian besar kesalahpahaman muncul karena orang-orang tidak pernah memahami bagaimana cara kerja otak balita yang sesungguhnya.  

So, untuk memudahkan kamu agar lebih memahami balita, kamu perlu mengetahui  beberapa fakta balita berikut ini, yang ternyata hanya mitos :

  1. Gaya bicara balita bisa lebih buruk karena kita mengajari mereka bicara dengan bahasa bayi

Bahasa bayi yang biasa digunakan orang-orang, bukanlah bahasa yang konyol atau kekanak-kanakan. Ini adalah alat pengembangan bahasa yang sangat ampuh. Banyak orang menganggap bahwa orang tua yang berbicara pada balita dengan bahasa bayi, terlihat seperti dua manusia dari gua yang sedang saling mengejek. Padahal tidak demikian.

Balita lebih suka ketika orang dewasa mengajak mereka berbicara dengan bahasa bayi alih-alih bahasa orang dewasa pada umumnya.  Meskipun dengan bahasa orang dewasa, balita bisa belajar lebih banyak kata, tapi bahasa bayi tetaplah pilihan yang lebih baik. 

Bahasa bayi dapat menarik perhatian balita dan akan lebih melibatkan balita dalam percakapan. Dengan begitu, akan terbentuk ikatan yang kuat antara orang tua dan anak. Karena pada umumnya balita lebih mudah membaca emosi dari pembicaraan dengan bahasa bayi.

  1. Balita akan menjadi jenius jika sudah bisa membaca sejak usia dini 

Ini adalah mitos yang sudah mendarah daging di masyarakat sehingga terkesan seperti sebuah fakta. Meskipun balita yang bisa membaca itu sangat mengesankan, tapi kamu harus tahu bahwa membaca pada usia dini tidak akan menjamin pencapaian akademis anak kamu. 

Balita adalah pembelajar visual-spasial, artinya, mereka cenderung terlambat dalam hal membaca. Sebaliknya, interaksi bahasa yang lebih variatif akan menyenangkan bagi anak-anak, sebelum mereka pergi ke sekolah. Bukan kemampuan membaca lebih dini, tapi pemahaman bahasa dan kemampuan komunikasilah yang menjadi kunci keberhasilan anak di masa depan.

  1. Balita harus mengonsumsi makanan sehat setiap hari

Meskipun penting untuk menjaga pola makan seimbang dan bergizi, sebagian besar balita sangat pemilih dalam hal makanan. Mereka enggan mengonsumsi makanan yang tidak menarik, apalagi makanan yang belum pernah mereka makan sebelumnya.

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa balita menolak makanan, tapi yang paling umum adalah karena mereka tidak menyukainya. Kamu tidak boleh memaksa anak kamu memakan makanan.

Hal yang dapat dilakukan adalah terus menawarkan makanan (bukan memaksa), kemudian perhatikan makanan seperti apa yang paling mereka sukai. Dengan begitu, kamu bisa berkreasi mencampurkan makanan kesukaan mereka dengan makanan sehat lainnya.

  1. Balita tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga

Jika kamu percaya bahwa balita tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah, maka kamu salah besar. Balita sebenarnya senang membantu pekerjaan rumah. Karena dengan membantu, mereka akan merasa dibutuhkan, merasa terlibat, dan memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga.

Balita mampu membersihkan mainannya, memasukkan cucian ke dalam keranjang, meletakkan serbet di atas meja, dan membersihkan piring setelah makan. Kuncinya adalah, kamu harus membuat proses mengerjakan pekerjaan rumah menjadi sederhana dan menyenangkan. Berikan motivasi dan pujian bagi anak kamu agar mereka semangat untuk melakukan pekerjaan rumah secara rutin.

Baca Juga :

Tips Kulit Sehalus Pipi Balita

5 Tips Tampil Segar Sepanjang Hari Walaupun Belum Mandi

Alasan Mengapa Anak yang Lebih Tua Tidak Boleh Mengasuh Adiknya

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

5 Tren Interior Rumah yang Tampak Keren Tapi Justru Membawa Petaka

Jika kamu sering membaca majalah atau artikel tentang