Mengasuh anak merupakan perjalanan kompleks yang sering kali disertai dengan ekspektasi dan harapan yang tidak realistis terhadap perkembangan anak. Namun, di tengah keinginan agar si kecil bisa berkembang, orang tua mungkin tanpa sadar menetapkan ekspektasi tertentu, terutama di tahun-tahun pembentukannya. Penting untuk mengenali batasan kemampuan emosional dan kognitif serta menumbuhkan lingkungan yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Berikut adalah beberapa ekspektasi umum yang tidak realistis yang mungkin dimiliki orang tua terhadap anak-anak prasekolahnya dan memahami cara menciptakan lingkungan yang mengasuh dan mendukung.

  1. Untuk Mengembangkan Empati

Salah satu harapan utama orang tua yang tidak realistis terhadap anak-anak prasekolah berkisar pada empati dan regulasi emosional. Meskipun empati adalah sifat yang penting, mengharapkan anak kecil untuk sepenuhnya memahami konsep dan mengekspresikan emosi yang kompleks mungkin jauh dari kenyataan. Penting untuk memberikan bimbingan dan mencontohkan perilaku empati daripada memberikan tekanan yang tidak semestinya pada anak untuk menunjukkan kematangan emosi melebihi tahap perkembangannya.

  1. Menenangkan Diri

Kesalahpahaman umum lainnya adalah harapan agar anak-anak prasekolah dapat menenangkan diri dan menenangkan diri secara konsisten. Meskipun mempelajari pengaturan diri adalah keterampilan yang penting, anak-anak masih dalam tahap awal pengembangan kemampuan ini. Penting bagi orang tua untuk memberikan dukungan dan pengertian pada saat-saat tekanan emosional, membantu anak-anak mempelajari mekanisme penanggulangan yang efektif secara bertahap, sesuai kecepatan mereka sendiri.

  1. Prestasi akademik

Dalam upaya memastikan keberhasilan anak mereka, orang tua dapat mendorong kinerja akademik dan kognitif yang lebih tinggi pada anak-anak prasekolah. Namun, mengharapkan anak untuk mencapai prestasi melebihi kesiapan perkembangannya dapat menyebabkan stres dan kecemasan yang tidak semestinya. Anak-anak prasekolah perlu mengetahui seperti apa sekolah agar mereka siap untuk sekolah yang sebenarnya, ada cukup waktu untuk mempersiapkan mereka sebelum sekolah. Oleh karena itu, penting untuk memiliki keseimbangan yang sehat antara aktivitas akademik dan permainan rekreasi.

  1. Interaksi sosial

Meskipun sosialisasi sangat penting, mengharapkan anak-anak prasekolah untuk menavigasi dinamika sosial yang kompleks dan menjalin persahabatan yang mendalam mungkin akan menimbulkan standar yang tidak realistis. Penting untuk memberikan kesempatan untuk interaksi sosial sambil mengakui bahwa membangun keterampilan sosial membutuhkan waktu dan latihan. Menciptakan lingkungan yang mendukung yang mendorong komunikasi yang sehat dan mengajarkan penyelesaian konflik dapat membantu anak-anak mengembangkan hubungan yang bermakna secara bertahap.

  1. Keterampilan Fisik Dan Motorik

Mengharapkan anak-anak prasekolah untuk menguasai keterampilan fisik dan motorik yang rumit sebelum mereka siap secara perkembangan dapat menimbulkan tekanan yang tidak semestinya. Setiap anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing, dan penting bagi orang tua untuk menyediakan lingkungan pengasuhan yang mendorong eksplorasi dan aktivitas fisik tanpa terlalu menekankan pencapaian keterampilan tertentu.

Meskipun ada tahapan perkembangan yang ditentukan berdasarkan usia, beberapa anak mencapainya dengan sangat cepat, namun hal ini tidak berlaku bagi sebagian besar anak. Setiap anak adalah unik dan membutuhkan waktu serta ruangnya masing-masing untuk bersiap. Merupakan tanggung jawab orang tua untuk menciptakan landasan yang memungkinkan anak-anak berkembang secara emosional, sosial, dan intelektual.

Baca Juga :

<strong>5 Tips Parenting ala Kristen Bell yang Bisa Kamu Praktikkan di Rumah</strong>

7 Tips Parenting Supaya Anak Tidak Ngeyel atau Keras Kepala

Tips Parenting Jaman Kakek-Nenek Ini Dibilang Sudah “Ketinggalan Jaman”. Anak 80-90an Pasti Dididik Seperti Ini

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Cara Utuk Berkompromi Dengan Orangtua Toxic

Hidup Anda benar-benar terasa di neraka jika orangtua