Merawat tubuh harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk merawat bagian yang mungkin kurang dipikirkan seperti ketiak. Perawatan ketiak menjadi perawatan yang penting untuk dilakukan, karena ketiak adalah area lipatan, namun penuh dengan keringat walaupun berkeringat itu baik.

“Sebenarnya, berkeringat berguna untuk menjaga suhu tubuh yang aman dan sehat”, ungkap Alifia Zalka, M.D dokter kulit dan pendiri Surface Deep. Dr. Zalka menjelaskan bahwa tubuh mengimbangi kelebihan panas dari tubuh dengan cara mekanisme pendinginan bawaan. “Saat tubuh menghasilkan terlalu banyak panas, maka tetesan keringat dari dalam kelenjar keringat akan di produksi”.

Sayangnya, walaupun berkeringat sangat penting untuk menjaga suhu tubuh tetap seimbang, seringkali keringat ini menimbulkan bau badan yang berlebihan. Fakta menarik, sebenarnya keringat sama sekali tidak berbau, “Keringat berbau saat ia bercampur dengan bakteri Corynebacterium dan minyak, sehingga menimbulkan bau yang kita kenal sebagai bau badan”, jelas Dr. Zalka. Jika begini, diperlukan perawatan ketiak mulai dari pembersihan, bercukur, hingga deodorant untuk mengendalikan bau dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Lalu, bagaimana perawatan ketiak yang benar?

Membersihkan Ketiak Setiap Hari

Ketiak merupakan salah satu bagian tubuh yang dianggap sebagai zona intertriginosa yang berarti karena area ini merupakan area lipatan, area ini rentan sekali lembab sehingga menyebabkan kurangnya aliran udara. Kurangnya aliran udara menyebabkan munculnya bakteri dan organisme tertentu.  “Perawatan dan pembersihan yang tepat dapat membantu mengurangi kelembaban yang tidak diinginkan dan menjaga keseimbangan alami mikrobioma”, jelas Dr.Zalka. Pembersihan area ketiak harus dilakukan secara hati-hati dan cukup dilakukan sekali saja dalam sehari, kecuali memang Anda memiliki pekerjaan atau hobi yang cukup memproduksi keringat, misal berolahraga atau berprofesi sebagai atlet.

Lakukan Eksfoliasi Secara Teratur

Seperti wajah, ketiak juga dapat menjadi area yang sensitif dan terkena iritasi. Dr. Zalka menjelaskan, “Banyaknya produksi minyak, tersumbatnya pori, hingga jerawat (folikulitis) dan menumpuknya sel kulit mati dapat membuat ketiak berubah warna”. Inilah yang membuat proses eksfoliasi harus dilakukan. 

Proses eksfoliasi dapat dilakukan menggunakan masker atau scrub dengan tujuan menghilangkan sel-sel kulit mati dan kotoran. Bisa juga dilakukan dengan memanfaatkan toner berbahan AHA, BHA, dan PHA, namun cara ini tidak disarankan karena dapat menyebabkan terjadinya iritasi.

Jika Bercukur, Lakukan Dengan Lembut

Area ketiak memiliki lapisan kulit yang cukup tipis, sehingga harus ekstra hati-hati untuk merawatnya, terlebih jika Anda ingin bercukur, maka pastikan lakukan dengan satu arah. Untuk menghindari terjadinya luka saat bercukur, Anda juga bisa mengoleskan pelembab di malam sebelumnya. “Tidurlah dengan memberikan pelembab tipis di area ketiak yang akan dicukur di malam sebelumnya, maka proses bercukup akan nyaman dan bebas gesekan”, ungkap Dr. Zalka. Lakukan persiapan termasuk mengganti pisau cukur setidaknya seminggu atau dua minggu sekali. Memang Anda harus mengeluarkan uang untuk membeli alat cukur atau pisau baru, namun percayalah ini akan membuat Anda terhindar dari masalah. 

Memberikan Pelembab

Layaknya area wajah, kulit membutuhkan pelembab agar terhidrasi dan lebih baik. Namun, ketiak hanya membutuhkan pelembab sesekali saja. Dr. Zalka merekomendasikan penggunaan lotion tubuh atau ketiak dengan pH seimbang sesekali atau dua kali seminggu atau sesuai kebutuhan agar ketiak tidak kering. Namun, jika ketiak sedang iritasi, sebaiknya hindari penggunaan deodorant dan stop bercukur.

Baca Juga :

7 Perawatan Alami Untuk Mencerahkan Kulit Ketiak

5 Cara Mendapatkan Ketiak Halus Halus Tanpa Mencukur

7 Perawatan Kecantikan Untuk Mencerahkan Kulit Ketiak yang Gelap

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like

Ketahui Kapan Anda Harus Mengganti Make Up dan Parfum Anda

Angkat tangan, sudah berapa lama Anda menggunakan maskara