Kehadiran Virus COVID-19 yang telah membunuh ratusan ribu nyawa manusia di seluruh dunia menjadikan segalanya cukup sulit dan rumit. Semua orang diwajibkan untuk menjaga jarak sosial atau yang kerap disebut social distancing. Semua juga wajib menjalani self quarantine dengan tidak keluar rumah selama berminggu-minggu. Para siswa mulai belajar dari rumah, para karyawan bekerja dari rumah bahkan sebagian banyak yang terpaksa diberhentikan paksa dari pekerjaannya. Gaya hidup berubah drastis dan depresi terjadi di mana-mana.

The New “Normal”

Rutinitas baru yang di sebut-sebut sebagai the new “normal” adalah kegiatan yang dilakukan oleh sebagian besar orang di masa pandemi Virus COVID-19. Sejak pandemi terjadi, interaksi dengan orang-orang tercinta pun dibatasi. Kamu mungkin tidak lagi hang out di café bersama sahabat-sahabatmu. Sebagai gantinya, kalian berkumpul secara daring melalui berbagai fasilitas video conference dan media sosial yang ada.

Selama pandemi berlangsung, keterhubungan sosial semacam ini dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang. Orang yang tidak dapat menjalin komunikasi dengan baik selama masa self quarantine memiliki peluang mengalami tekanan dan kecemasan yang hebat, terutama bagi mereka yang tidak biasa beraktivitas di rumah. Mereka yang tidak memiliki akses komunikasi atau kemampuan untuk menggunakan komunikasi online bisa merasa frustrasi atas kondisi yang ada.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah tenang bagaimana menjalankan protokol pembatasan sosial dan memberikan fasilitas kepada masyarakat sangat penting untuk menjaga kesehatan mental masyarakat. Tanpa kebijakan yang jelas dan tanpa alternatif hubungan sosial, self quarantine di masa pandemi bisa menjadi mimpi buruk bak jurang gelap bagi masyarakat.

Ruang Pribadi

Dalam konteks kehidupan normal (sebelum masa pandemi Virus COVID-19), ruang pribadi sangat perlu dan sehat bagi kesehatan mental. Seseorang membutuhkan jarak antara dirinya dan orang lain untuk mendapatkan “me time” yang layak bagi dirinya.  Ada banyak hal yang hanya bisa dilakukan, dirasakan dan direnungkan ketika seseorang menjauh dari keterikatan sosial dan menikmati waktu seorang diri (ruang pribadi).

Ruang pribadi disebut sebagai “ruang peripersonal”. Meskipun kita semua memiliki batas ruang pribadi masing-masing, namun social distancing selama pandemi COVID-19 rupanya tidak beresonansi dengan impuls alami kita sebagaimana mestinya. Jarak sosial seakan melanggar semua dorongan manusia untuk menunjukkan kasih sayang dan keramahan yang biasa dilakukan sebelum pandemi.

Pada saat karantina dan isolasi paksa diberlakukan, sangat masuk akal jika kita ingin berada di dekat orang lain, ingin berada dalam pelukan orang-orang tersayang, rindu kelarga dan teman-teman, rindu suasana ramai di mall atau restoran, dsb. Tapi bagaimanapun juga,  social distancing sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan masyarakat luas dan memutus rantai penularan virus COVID-19.

Ruang Pribadi Usai Pandemi

Dunia ini selalu mengalami perubahan. Beberapa cara hidup kita pun pada akhirnya akan berubah secara total setelah pandemi berakhir. Kita akan terbawa dan terpengaruh dengan the new normal yang saat ini kita jalani.

Besar kemungkinan, setelah pandemi virus COVID-19 berakhir, orang-orang akan mulai membuka ruang pribadi mereka masing-masing. Orang akan cenderung menginginkan dirinya terhubung secara sosial dan membiarkan orang lain mendekat. Banyak orang yang pada akhirnya memahami bahwa interaksi sosial, keterbukaan, kehangatan dan keramahan merupakan nutrisi penting bagi kesehatan mental.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/alasan-mengapa-kamu-sering-mimpi-buruk-di-tengah-pandemi-covid-19/

http://www.tampilcantik.com/cara-menjaga-hubungan-jarak-jauh-ldr-di-tengah-pandemi-virus-covid-19/

http://www.tampilcantik.com/waspada-mata-tegang-dan-sakit-kepala-selama-self-quarantine-covid-19/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Pentingnya Memeluk Anak Secara Teratur

Sudahkah kamu memeluk anak kamu hari ini? Tentu