Sunblock seringkali dijadikan sebagai salah satu skincare andalan untuk para kaum hawa. Hal ini dikarenakan kegunaannya yang diklaim mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun, apakah para kaum hawa pernah memikirkan bagaimana sih cara kerja dari sunblock untuk melindungi kulit wajah kita dari paparan sinar matahari? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Komposisi Utama

Semua produk sunblock yang beredar di tengah masyarakat pada umumnya memiliki 2 komposisi bahan utama yang digunakan yaitu bahan aktif dan emulsi. Keduanya memiliki tugasnya masing-masing.

Emulsi bertugas untuk membawa zat aktif. Jadi tanpa adanya emulsi, bahan tidak dapat bekerja dengan baik. Biasanya emulsi berupa lotion, susu, busa, gel, krim dan sebagainya. Beberapa diantaranya dibentuk dari hasil campuran minyak, air dan beberapa zat pendukung lainnya.

Selain sebagai media tempat bahan aktif, emulsi juga dapat mempengaruhi dari segi aroma dan rasa serta dapat membantu sunblock agar bisa menjadi anti air dan awet di etalase toko ataupun rak penyimpanan kita.

Bahan Aktif dan Cara Kerja
Selanjutnya, kita akan membahas bahan aktif yang ada di sunblock. Elemen inilah yang bekerja dan melindungi kulit dari sinar matahari. Diketahui jika sinar matahari mengandung ultraviolet yang dapat membuat kondisi kulit menjadi buruk. Secara garis besar, bahan aktif ini dibagi menjadi dua kategori sesuai fungsinya yaitu sebagai Penyerap UV dan Reflektor (pemantul) UV.

Terdapat alasan mengapa sunblock memiliki dua bahan aktif sebagai penyerap dan pemantul sinar ultraviolet. Hal ini dapat terjadi karena sinar tersebut juga memiliki dua jenis yaitu UV A dan UV B. Keduanya memiliki dampak buruk bagi kulit.

UV B yang merupakan tipe ultraviolet penyebab kulit gosong akibat terbakar dan meningkatkan resiko terkena kanker kulit. Sedangkan UV A yang memiliki gelombang panjang dapat menjadi penyebab kemunculan kanker kulit.

Penyerap UV terbuat dari berbagai elemen zat kimia yang mampu meminimalisir radiasi sinar ultraviolet. Ia juga memiliki kemampuan untuk mengubah tingkat kepanasan dan sinar UV ke level yang sangat rendah. 

Sedangkan Peredam UV dibuat dari zat kimia yang bisa disebut organik. Hal ini terjadi karena elemen di dalamnya dilengkapi dengan atom karbon yang telah dikenal sebagai elemen dasar semua bahan organik.

Jadi, bahan peredam ini tugasnya terbagi menjadi dua. Ia dapat menyerap beberapa bagian dari spektrum UV B si biang kerok penyebab kanker kulit. Selanjutnya ia juga mampu menghalangi UV A  supaya tidak menembus jaringan kulit agar tidak merusak DNA dengan cara mengorbankan respon dari sistem imun tubuh.

Reflektor UV terbentuk dari beberapa elemen yang mampu menyerap dan menyebarkan radiasi yaitu zinc oxide dan titanium dioksida. Tetapi pada umumnya tabir surya memiliki formulasi tambahan bahan aktif lainnya bergantung dari jenis dan merk produsennya.

Wah, cukup kompleks ya cara kerjanya? Para kaum hawa harusnya semakin rajin menggunakan sunblock untuk menjaga kulit wajahnya. Cukup cara sederhana, oleskan sunblock seukuran 2 jari telunjuk ke seluruh permukaan wajah untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tips Menggunakan Sunblock Saat Menggunakna Make Up

Mengapa Kita Mengalami Mata Panda? Bagaimana Cara Menghilangkannya?

Skin Fasting : Tren Perawatan Kulit Minimalis untuk Kamu yang Nggak Suka Ribet

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like

5 Langkah Perawatan Keratin di Rumah

Ini adalah panduan untuk mengetahui segala sesuatu tentang