clouds_rain drops_15

Setelah melewati kemarau panjang, musim hujan adalah saat yang paling ditunggu-tunggu. Berbagai masalah yang muncul dalam masa kemarau panjang seakan-akan bisa diatasi dengan datangnya hujan, mulai dari kekeringan tanah, kekurangan air hingga irigasi yang kering dan lahan pertanian yang kerontang. Karenanya, amat banyak yang begitu antusias menunggu datangnya hujan. Sayangnya ketika musim hujan datang, euforia menyambut kedatangannya hanya terjadi pada masa-masa awal hujan turun dan perlahan memudar dengan semakin tingginya intensitas hujan bersama berbagai masalah, bahkan penyakityang biasanya muncul pada saat musim hujan tiba, mulai dari banjir, aktivitas yang terganggu, jadwal mati listrik yang semakin sering dan lain sebagainya.

Mengenai ini, banyak yang percaya bahwa air hujan sendiri berbahaya bagi kesehatan dan dapat mengundang datangnya berbagai penyakit serta keluhan kesehatan lain. Karena itu, tidak sedikit orang tua yang melarang anaknya bermain di bawah hujan atau yang biasa disebut hujan-hujanan, utamanya bagi anak yang diketahui memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Meski begitu, banyak juga yang menawarkan kompromi dengan memberi idzin anak untuk bermain di bawah hujan kemudian mandi dengan air hangat untuk menghindari datangnya berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. (baca juga : bahaya mandi air hangat)

Lalu sebenarnya, faktor apa saja atau air hujan yang bagaimana yang dapat berbahaya bagi kesehatan? Simak penjelasan rincinya berikut :

  1. Bahaya Air Hujan Pertama

Hujan-hujan pertama yang turun setelah musim penghujan tiba diyakini berbahaya bagi kesehatan karena berfungsi membersihkan pencemaran atmosfer sehingga, zat-zat berbahaya di atmosfer menempel dan terbawa bersama air hujan. Karena itu hindarilah bermain hujan di hujan pertama yang datang karena kontak air hujan dengan tubuh akan mengakibatkan keluhan-keluhan kesehatan. Selain tidak disarankan untuk bermain di bawah hujan pertama, mengkonsumsi air hujan pertama, juga diyakini dapat mengancam kesehatan karena mengandung partikel dan polutan berbahaya. Semisal logam berat bahkan racun, sehingga dapat menghambat kerja lambung dan berbahaya bagi usus.

Alasan lain di balik tidak direkomendasikannya bermain di bawah hujan pertama dan mengonsumsi air hujan pertama adalah karena peralihan atau pancaroba dari musim kemarau ke penghujan biasanya menyebabkan sistem imun menipis sehingga daya tahan tubuh menurun. Karena itu, benteng pertahanan tubuh akan semakin goyah jika masa-masa rawan tersebut tidak didukung dengan proteksi maksimal. Apalagi, banyak penyakit musim hujan yang biasanya semakin bermunculan, semisal demam berdarah dan gangguan perut.

  1. Meminum air hujan tidaklah disarankan

Di luar hujan-hujan pertama, meminum air hujan secara umum juga tidak disarankan, meskipun ada juga yang berpandangan bahwa mengkonsumsi air hujan tidaklah menjadi masalah karena air hujan adalah air paling murni. Selain itu, kelompok yang berkeyakinan bahwa meminum air hujan tidak berbahaya bagi tubuh juga, mengungkapkan besarnya kemungkinan air hujan terkontaminai kotoran yang menempel di genteng atau wadah yang digunakan untuk menampungnya. Air hujan sendiri diyakini murni dan sehat karena di beberapa daerah tertentu, mengkonsumsi air hujan sudah menjadi kebiasaan dan tidak ditemukan penyakit berbahaya dengan melakukan hal tersebut.

Namun demikian, mereka yang beranggapan bahwa meminum air hujan tidak baik untuk kesehatan juga memiliki argumentasi tak kalah meyakinkan. Sebuah studi misalnya, melansir bahwa ada rata-rata 1.362 bakteri dari berbagai jenisnya yang terdapat dalam setiap sampel air hujan yang di ujicoba. Argumentasi ini utamanya perlu pertimbangkan, jika hidup di kota besar yang penuh polusi dari industri, maupun kendaraan bermotor yang berlalu lalang.

Jika melihat kembali pelajaran di bangku SD tentang proses terjadinya hujan, kamu akan mengingat bahwa hujan berasal dari air laut yang menguap bersama kumpulan gas-gas berbahaya yang melayang bebas di udara dan membentuk awan. Gas-gas tersebut misalnya terdiri dari minoksida, zinc dan timbal yang akan semakin memberatkan awan dan ketika suhu udara mendingin, awan akan pecah dan menjadi hujan setelah mengalami proses kondensasi atau perubahan gas menjadi air.

Otomatis, air hujan yang turun ke bumi telah terkontaminasi zat-zat semacam itu sehingga bisa menimbulkan berbagai penyakit, mulai dari macam-macam penyakit kulit hingga keluhan-keluhan lain yang lebih serius. Apalagi, zat minoksida dalam air hujan adalah satu jenis zat dengan partikel tunggal yang tak dapat terurai meski telah dimasak. Air hujan juga diyakini mengalami demineralisasi sehingga, mineral yang awalnya terkandung dalam air laut telah hilang dan yang mengkonsumsinya rentan menyebabkan masalah pada gigi.

  1. Hujan-hujanan dapat Mengundang Penyakit

Terserang sakit setelah bermain di bawah hujan bukan hanya gertak sambal para orangtua ketika melarang anaknya hujan-hujanan, akan tetapi telah banyak terbukti dari berbagai kasus di lapangan. Sakit yang umumnya diderita adalah pusing, meriang dan flu. Ini di antaranya disebabkan oleh kontak dengan air hujan yang suhu dinginnya tidak sesuai dengan suhu tubuh manusia sehat sehingga berpotensi melemahkan sistem imun dan menyempitkan pembuluh darah.

Penyempitan pembuluh darah ini utamanya terjadi di bagian hidung dan tenggorokan, sehingga 2 organ tersebut biasanya bermasalah setelah melakukan ritual hujan-hujanan dan disusul dengan gangguan seperti batuk dan hidung tersumbat. Suhu dingin air hujan umumnya menyerang kepala, sebagai organ teratas yang mengalami kontak pertama dengan air hujan, sehingga kepala akan mengalami perubahan suhu tubuh yang drastis. Kemudian mendadak menyebabkan kepala menderita berbagai gangguan, seperti kepala sering pusing dan pening.

  1. Terkena Gerimis Lebih Berbahaya daripada Terkena Hujan Deras

Selain itu, diyakini bahwa gerimis dapat lebih mudah mengundang datangnya berbagai gangguan kesehatan dibanding hujan yang turun deras. Kepercayaan ini bukan sekadar mitos karena memiliki landasan ilmiah. Gas-gas yang dikandung dalam air hujan memiliki sifat asam yang kadarnya akan meninggi dalam air hujan yang turun satu-satu atau umum disebut gerimis. Karena itu, hindarilah hujan-hujanan ketika gerimis karena kemungkinan terserang penyakit akan lebih besar.

Namun demikian jika terlanjur kehujanan dalam perjalanan, pastikan mandi air hangat setibanya di rumah dengan membasahi kepala kamu. Keramas setelah terguyur air hujan, apalagi gerimis, dapat menghilangkan senyawa jahat yang masih menempel di kulit maupun di rambut kamu. Lakukan ini sesegera mungkin setibanya kamu di rumah sehingga kamu dapat meminimalisir kemungkinan terserang penyakit.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Wajib Tahu! Inilah Bahayanya Jika Kamu Tidur Dekat dengan Ponsel

Ponsel saat ini sudah menjadi sahabat dan kebutuhan