Putus dengan seseorang bukanlah hal yang mudah, bahkan jika kamu tahu bahwa ini adalah sesuatu yang harusnya dilakukan. Baik karena memiliki jalur hidup yang berbeda atau karena dia melakukan sesuatu yang tak bisa dimaafkan, seperti selingkuh, namun pada faktanya adalah: putus adalah sebuah hal yang tak terhindarkan. Namun, kadangkala, bahkan sering, putus adalah sesuatu yang diperlukan dalam sebuah hubungan. Daripada bertahan dalam sebuah hubungan yang tidak lagi bisa memberikan kedamaian, kadang kamu harus sadar kapan waktunya putus.

Sebuah hubungan harus membuat kamu nyaman untuk mendiskusikan beberapa hal. Jika kamu dan pasangan tidak bisa mendiskusikan hal-hal berikut ini, maka mungkin sudah waktunya putus.

“Ke mana arah hubungan ini menurutmu?”

Jika kamu tidak bisa membahas ini, maka kamu jelas takut kamu membawa-bawa akhir yang jadi kemungkinan hubungan kalian di masa depan. Pasangan yang kuat sering bicara tentang rencana-rencana masa depan mereka. Jika kamu terlalu takut melakukannya, maka kamu tidak bisa memiliki ekspektasi tinggi terhadap hubungan itu. Bahkan mungkin, tandanya kamu sama dia sudah waktunya putus kalau sampai sekian lama kalian berhubungan tetapi masih juga belum bisa mencapai tahapan merencanakan masa depan bersama.

“Kenapa aku masih belum ketemu keluarga dan teman-temanmu?”

Kalimat “tindakan selalu bicara lebih keras dari kata-kata bukannya ada tanpa maksud. Biasanya, ini memang benar. Misalnya, pasanganmu seharusnya ingin memperkenalkanmu ke keluarga dan teman-temannya. Bahkan, kamu seharusnya tak boleh meminta-minta tentang ini. Seharusnya, ia langsung memperkenalkanmu jika ia memang menganggapmu penting. Kamu tidak boleh meminta. Jika kamu sudah lama pacaran dengannya tetapi kamu masih belum juga diperkenalkan, mungkin kamu tidak serius, dan mungkin kini sudah waktunya putus.

“Apa gol-golmu di masa depan?”

Jika  kamu tahu bahwa gol-gol pasanganmu di masa depan tidak sesuai dengan gol-golmu, dan kamu menjauhi menceritakan topik tersebut karena memang sangat tidak sama, ini tidak akan baik hasilnya. Bahkan, mungkin tidak ada masa depan bagi kalian. Apalagi jika gol-gol dalam hidupmu adalah hal-hal yang besar dan sangat penting bagi kamu, maka ini bisa jadi sebuah hal yang sangat “membunuh hubungan.” Misalnya, kamu ingin berjalan-jalan keliling dunia seterusnya, dan pasanganmu ingin hidup di kota asalnya, dekat dengan keluarganya. Kamu dan dia sama-sama tak bisa hubungan jarak jauh. Ini sudah alamat akan jadi bencana. Jadi, kalau memang kalian masih tak bisa juga membicarakannya, maka mungkin sudah waktunya putus.

“Apakah kamu ingin menikah suatu hari nanti?”

Jika kamu pacaran serius dan ingin menikah dengan pasanganmu, maka tentu pertanyaan yang seperti ini harus keluar. Apakah ia tidak mau membahasnya? Tak peduli berapa bulan atau tahun kalian pacaran, jika ia terus menerus menghindari pertanyaan ini, dan bukan karena ia belum yakin denganmu, tetapi karena ia belum yakin suatu hari mau menikah atau tidak, maka mungkin sudah waktunya putus.

Baca juga Mungkin Kamu Butuh Break dengan Pasangan? Ini Skenario-Skenario Dimana Keputusan Sedih Ini Kadang Harus Diambil

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Tanda Gebetanmu Akan Menyatakan Cinta

Sulit mengatakan tiga kata sederhana seperti “I Love