Ketika uniqlo meluncurkan koleksi pakaian hijab pertamanya, yang merupakan bentuk kolaborasi dengan seorang desainer bernama Hana Tajima, mereka langsung mengagetkan pasar dan tentunya desainer kelas atas, juga desainer yang memiliki koleksi seperti Hijab, Kebaya atau pakaian lainnya yang sering dipakai di Asia Tenggara.

Koleksi ini hanya dijual di Asia Tenggara sebagai bentuk kerjasama dan untuk membuat koneksi dengan konsumennya, karena mereka juga baru saja membuka cabang mereka disana. “aku sebelumnya sudah memiliki nama dan mereka menghubungi aku, dan aku merasa tidak ada brand lain yang sebaiknya aku menjalani kolaborasi “ bersama.”,katanya. “It all came together in a way that felt very natural and organic.”

Tetapi ternyata koleksi tersebut menjadi sukses yang besar. Dan sekarang koleksi tersebut dijual di United States juga United Kingdom untuk pertama kalinya. Kami pun menghubungi Hana di malam ketika koleksinya pertama kali muncul di Toko Uniqlo di 5th Avenue, untuk mengetahui seberapa pentingnya koleksi tersebut di dunia fashion, dan apakah ia merasa koleksinya tersebut akan menjadi sebuah tren.

 

70760001_1208

 

Teen Vogue: Mengapa clothing line yang sederhana penting bagi anda?

HT : Menurut saya, penting untuk memiliki suara lain di industri fashion. Banyak cara untuk mendekati dunia fashion dan membawa keragaman kedalamnya, dan untuk melihat berbagai hal diwakili membuat kita semakin melihat bahwa fashion ternyata tidak jauh dengan dunia nyata.

TV : Apakah menurut anda lebih susah atau lebih menyenangkan dengan desain seperti ini?

HT : Menurut saya sangat menarik, aku Mualaf di umur 18 tahun dan dari sebelumnya pun, aku sudah mulai mendesain. Caraku melihat dunia fashion mungkin sama dengan cara seorang penyair terbaik melihat puisi. Kamu harus memiliki struktur dan mungkin akan membuat kamu kewalahan, tetapi itulah yang membuatnya menarik.

TV: Ini pertama kalinya bukan, koleksi kamu dijual di US dan UK? Bagaimana perasaan kamu?

HT : Aku merasa luar biasa! Mungkin terlihat biasa untuk orang lain, karena aku sendiri tinggal di New York, but my spiritual home is London. Jadi, saya merasa, I don’t know, sangat special.

TV: Seperti apa respon yang kamu dapatkan?

HT: Kebanyakan positif, dan fakta bahwa koleksi saya mendapat banyak perhatian, saya merasa sangat didukung untuk menyuarakan suara ini, dan menunjukkan versi lain dari beauty, dan membuatnya lebih terlihat.

TV: Apakah berkolaborasi dengan Uniqlo sangat penting untuk kamu?

HT: Oh, Jelas, karena selain aku masih baru, Uniqlo juga lebih dapat terakses dan mereka juga sangat mendukung dengan konsep saya.

TV:  Sepertinya banyak desainer yang mulai mencoba masuk dalam pasar ini. Apakah menurut kamu ini trend yang hanya numpang lewat atau selamanya akan ada?

HT:  Menurut saya, ini adalah tren yang akan membangunkan kesadaran industri akannya. Karena, banyak brand lain yang mencoba untuk “relate” dengan customer mereka, which mean, keseharian mereka, tradisi mereka, and others.

TV:  Apakah tujuan utama kamu dengan koleksi ini?

HT: Untuk saya, adalah untuk tetap berkarya, tetap mendesain, dan tetap mewakilkan suara ini, yang dimana terasa dekat untuk saya. Aku tidak mau berbicara terlalu banyak kira – kira kedepannya akan bagaimana. Tetapi, yang aku tahu, aku selalu kembali kepada mendesain. Dan, aku merasa, ini adalah bentuk hubungan yang kuat. Dan aku antusias untuk melihat ini akan membawaku kemana.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Jadikan K-Fashion Street Inspirasi Style Kerenmu Setiap Hari

Fashion adalah dunia yang terus berkembang dan tidak