Semua pasangan di dunia ini pasti pernah berselisih, bahkan pasangan paling bahagia pun akan mengalami saat-saat di mana mereka berdebat karena sesuatu. 

Menariknya, pasangan yang bertengkar justru lebih cenderung untuk tetap langgeng dan hidup bersama daripada pasangan yang menghindari pertengkaran atau menghindari masalah. 

Meskipun bertengkar itu memiliki efek baik bagi hubungan, tapi ada hal-hal yang harus diwaspadai saat bertengkar dengan pasangan. Nah, berikut adalah beberapa kesalahan yang kerap dilakukan pasangan ketik bertengkar :

  1. Menunjukkan bahasa tubuh yang mengabaikan pasangan

Menunjukkan bahasa tubuh defensif seperti menyilangkan lengan, menepis tangan pasangan yang hendak mendekat atau menyentuh, kemudian memalingkan pandangan dari pasangan, merupakan gerakan tubuh yang bisa memperburuk keadaan. 

Gerakan agresif lainnya termasuk menunjukkan kemarahan dan penghinaan. Jika kamu menunjuk dengan jari telunjuk atau kamu meremas-remas tangan, maka itu menunjukkan bahwa kamu marah. Apalagi jika kamu menertawakan pasangan dengan sarkasme, mencibir, atau menggelengkan kepala. Gestur seperti itu akan sangat memperburuk keadaan. 

  1. Memperdebatkan lebih dari satu masalah pada saat yang sama

Meskipun pertengkaran dimulai dengan satu topik, kamu dan pasangan biasanya akan mulai berdebat tentang hal-hal lain yang tidak terkait dengan masalah utama. Memang wajar jika ingin mengangkat kesalahan masa lalu sebagai “bukti” untuk pertengkaran kamu saat ini, tetapi itu hanya akan memanjakan ego kamu dan membuat pasangan kamu semakin kesal. 

Sebaiknya, kamu fokuskan pada topik yang ada saat ini dan tahan godaan untuk berdebat tentang hal-hal lain. Jika pasangan kamu mengarah ke topik lain, kembalikan masalah utama tanpa mengabaikan poin mereka secara terang-terangan.

  1. Menyalahkan pasangan

Meskipun sangat logis ketika kamu mencari-cari bukti untuk menunjukkan jika pasangan kamu salah, tapi jika kamu menunjukkan jari sambil mengatakan, “Itu semua salahmu”, maka hal itu sama seperti menuntut mereka di pengadilan. Kamu mungkin memenangkan pertengkaran pada saat itu, tetapi pada akhirnya kamu akan kehilangan hubungan. 

Ada baiknya kamu bersabar dan mencoba memahami mengapa pasangan kamu melakukan kesalahan. Jika kamu merasa pasangan kamu hendak menyerang kamu dengan argumen atau umpatan, maka tetaplah tenang dan pikirkan tanggapan kamu sebelum membalasnya. Bersikaplah terbuka terhadap masukan dari pasangan.

  1. Mengacuhkan pasangan dan tidak mau bicara

Perilaku ini biasa dilakukan orang yang sudah tidak ingin berkomunikasi sama sekali dengan seseorang, bahkan sampai mengabaikan keberadaannya. Mungkin kamu melakukannya untuk menghindari konflik, untuk mengomunikasikan bahwa kamu sedang marah, atau untuk menghukum pasangan kamu. 

Namun apa pun alasannya, mengacuhkan pasangan adalah tindakan yang tidak sehat karena kamu tidak terbuka untuk membahas dan menyelesaikan masalah yang ada. Jika kamu ingin menghindari pertengkaran yang panas, beru tahu pasangan bahwa kamu perlu waktu untuk menenangkan diri. 

  1. Bertengkar di tempat yang salah atau menggunakan media yang salah

Bertengkar di tempat umum, tempat kerja, atau rumah orang tua, dapat membuat masalah kamu jadi semakin besar. Hal ini juga berlaku saat kamu bertengkar dengan media yang salah, misalnya bertengkar lewat teks atau lewat telepon. Media yang salah bisa menyebabkan kesalahpahaman. 

Perselisihan yang terjadi secara spontan, mungkin dimulai di tempat yang salah, tetapi kamu dapat menyarankan untuk mendiskusikan masalah ini lebih lanjut nanti, ketika kamu dan pasangan berada di tempat yang lebih privat. 

Baca Juga :

Alasan Mengapa Bertengkar dengan Pasangan Justru Bisa Membuat Kamu Terangsang

6 Cara Memperbaiki Hubungan Setelah Bertengkar

Ketika Bertengkar Dengan Pasangan, Lakukan Hal Ini Agar Suasana Tidak Makin Panas

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

8 Tanda Kamu Sudah Jatuh Cinta dengan Pasangan Kamu Sekarang

Jatuh cinta adalah salah satu perasaan yang paling