Di dunia ini, tidak ada kehidupan keluarga yang sempurna seperti halnya yang ditunjukkan oleh banyak iklan di televisi. Sayang sekali, di luar sana masih banyak orang tua yang menurunkan kualitas negatif kepada anak-anak mereka. Kualitas negatif ini bisa berupa gangguan kecemasan, rasa rendah diri, dan masih banyak lagi. Banyak orang tua yang egois, tidak peka dan tidak peduli pada perasaan anak-anak. Akibatnya, anak mulai mengkritik diri sendiri, merasa tidak berdaya, dan mengalami masalah dalam kehidupan sosial.

Berikut adalah beberapa kecenderungan dan tanda yang akan muncul, ketika kamu dibesarkan di dalam keluarga yang toxic :

  • Kamu terlalu tertutup dan sulit percaya pada orang lain

Hal yang sering terjadi dalam kehidupan keluarga toxic perilaku saling memanipulasi dan mengendalikan anggota keluarga. Ketika perilaku ini dilakukan setiap hari, maka perilaku ini akan berubah menjadi pelecehan emosional. Inilah yang bisa membuat kamu merasa kurang memercayai orang lain di sekitar kamu dan menghalangi kamu dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Merasa terus menerus dimanipulasi oleh keluarga juga dapat membuat kamu menjadi orang yang kerap menghindar.

  • Kamu merasa tidak berharga dan sangat takut pada kegagalan

Anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang toxic mungkin selalu merasa bahwa mereka tidak cukup baik atau bahkan tidak berharga sama sekali. Orang tua mereka mungkin selalu menuntut secara berlebihan dan menyalahkan mereka jika apa yang mereka lakukan tidak memenuhi harapan orang tua. Pada dasarnya, orang yang mengalami ini telah membentuk rasa rendah diri. Itulah mengapa kesalahan atau kegagalan terkecil dalam hidup bisa sangat membuat mereka ketakutan dan mudah trauma.

  • Kamu selalu mengkritik diri sendiri

Rasa rendah diri atau harga diri yang rendah, yang terbentuk dari keluarga toxic, membuat anak merasa bodoh, merasa tidak berharga, dan merasa tidak pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik di dunia ini. Anak menjadi selalu mengkritik diri mereka sendiri, ragu-ragu, dan berubah pikiran terhadap apa saja yang kamu lakukan, kemudian merasa menderita secara emosional karena hal tersebut. 

  • Kamu mengesampingkan perasaan kamu

Orang tua di keluarga toxic melakukan pelecehan verbal atau fisik dan mengabaikan emosi/perasaan anak-anak mereka. Selain itu, ketika anak mencoba mengekspresikan emosinya, orang tua akan semakin marah atau melakukan hal buruh lainnya. Ini mengakibatkan anak-anak terbiasa menyembunyikan perasaan mereka, baik itu rasa sakit, dendam, dan amarah. Di masa depan, anak-anak ini bisa mulai mengesampingkan perasaan mereka dan justru memprioritaskan perasaan orang lain.

  • Kamu selalu merasa seperti anak yang tidak berdaya

Orang tua yang toxic terkadang menolak untuk mengakui anaknya sebagai orang dewasa. Tidak peduli berapa pun usia seorang anak, orang tua mungkin selalu berusaha memperlakukan mereka seperti anak kecil yang tidak berdaya. Orang tua ingin mengontrol dan memerintah anak mereka. Ketika anak mulai melakukan perlawanan, orang tua yang toxic cenderung akan merasa tersinggung dan membuat anak merasa bersalah karena telah melawan. 

Jika seorang anak tidak diizinkan membuat keputusan sendiri, dan privasi mereka dilanggar, anak tidak akan pernah merasa mandiri. Hal ini dapat membahayakan kesehatan mental mereka. Mereka bisa mengalami gangguan kecemasan, takut memulai sesuatu yang baru, dan tidak bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat.

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/6-kalimat-dukungan-yang-ternyata-toxic-dan-berbahaya/

https://www.tampilcantik.com/4-tipe-toxic-relationship-yang-harus-segera-diakhiri/

https://www.tampilcantik.com/5-tanda-kamu-terjebak-toxic-relationship/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

5 Aktivitas yang Sebaiknya Kamu Hindari Setelah Makan

Setiap orang memiliki rutinitas makan masing-masing. Ada yang