Peran orang tua dalam masa sekolah anak sangatlah penting. Terutama di masa pandemi saat ini, karena orang tua harus berperan sebagai guru bagi anak-anak mereka.

Tentu menciptakan suasana sekolah di rumah bukanlah perkara yang mudah. Karena anak masih menganggap belajar dari rumah sebagai hari libur. Akibatnya, mereka enggan untuk mengerjakan tugas dari guru di sekolah. 

Tapi orang tua tidak perlu panik. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengajari anak agar dapat mengerjakan pekerjaan rumah (PR) sendiri. Simak daftar tips berikut ini:

  1. Jaga komunikasi dengan anak 

Pertama-tama, penting untuk mencoba dan mengendalikan emosi saat berkomunikasi dengan anak-anak, terutama jika membahas topik sensitif seperti PR atau tugas sekolah lainnya. 

Kamu tidak perlu berteriak atau berdebat dengan mereka, karena anak-anak dapat mengerti dengan baik apa yang kamu katakan ketika kamu berbicara secara normal. Plus, kamu adalah orang dewasa, jadi kamu harus bisa mengelola emosi kamu. 

Usahakan untuk berbicara dengan tenang, tanyakan bagaimana perasaan mereka dan masalah apa yang mereka hadapi. Komunikasi yang penuh rasa saling menghormati akan membantu menghindari suasana tidak menyenangkan seperti berdebat dan berteriak-teriak. 

  1. Buat aturan

Sebagai orang tua, kamu memiliki otoritas untuk membuat aturan. Tapi ingat, hal itu tidak boleh menjadikan kamu sosok pemimpin keluarga yang otoriter. Kamu dapat menetapkan aturan untuk anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan menciptakan rasa aman, alih-alih memaksakan aturan pada mereka. 

Ketika membuat aturan, kamu juga harus menaati aturan yang kamu buat. Jangan sampai kamu membuat aturan bersama anak, lalu marah saat anak melanggar aturan, tetapi kamu sendiri tidak menjalankan aturan tersebut. Jika itu terjadi, maka anak kamu tidak akan lagi percaya pada tindakanmu. 

  1. Akui pencapaian anak, jangan hanya fokus pada kegagalannya

Sebagai orang tua, kamu mungkin memiliki harapan tertentu terhadap anak-anak kamu. Kamu ingin anak kamu rajin belajar, tenang di rumah, tidak nakal, tidak merusak barang-barang, dsb.

Tapi ingat, kamu harus berhati-hati saat berbicara pada mereka. Carilah sesuatu yang dapat memotivasi mereka untuk belajar. Misalnya, ketika mereka mendapat nilai bagus, meskipun itu bukan nilai terbaik, akui pencapaian mereka. Jangan pernah membandingkan nilai anak kamu dengan teman-temannya. Tapi hargai usaha mereka dan tingkatkan motivasi mereka agar semakin percaya diri dan mau belajar dengan sendirinya.

  1. Memilih tempat belajar yang tepat 

Tempat belajar anak adalah faktor yang sangat penting. Idealnya, tempat belajar harus terdiri dari meja yang rapi dan bersih, juga kursi yang nyaman. Usahakan untuk tidak meletakkan meja belajar atau meja lipat di dekat ruang keluarga yang memiliki televisi, karena anak akan sulit untuk fokus. 

  1. Tunjukkan bahwa kamu memahami apa yang mereka rasakan

Pasti ada saat di mana anak kamu benar-benar tidak ingin mengerjakan PR, sampai mereka marah dan menangis karena kamu memaksa mereka untuk mengerjakan PR. Nah, ketika hal ini terjadi, kamu harus bertanya kepada mereka, mengapa mereka tidak ingin mengerjakan PR. 

Setelah berbincang, tunjukkan bahwa kamu memahami perasaan mereka dan bantu mereka untuk mengatasi masalah mereka, sehingga mereka dapat mengerjakan PR. 

  1. Beri anak kebebasan untuk membuat jadwal sendiri

Kamu bisa melibatkan anak kamu dalam membuat aturan dan jadwal tentang mengerjakan tugas sekolah. Penting bagi orang tua untuk memberikan kebebasan bagi anak, agar mereka merencanakan agenda mereka sendiri. Lagi pula, mereka yang paling tahu kapan waktu mereka fokus belajar dan kapan mereka ingin menonton acara televisi atau main game

Untuk memastikan anak patuh pada jadwal yang mereka buat sendiri, kamu bisa membuat to do list yang ditempel di sudut rumah yang terlihat oleh semua anggota keluarga. Siapkan pulpen untuk mencoret bagian yang sudah dilakukan. 

  1. Jangan larang anak memanfaatkan teknologi

Teknologi tidak harus menjadi masalah jika kamu tahu cara menggunakannya dan tahu bagaimana cara mengajari anak kamu untuk menggunakannya dengan benar. Tidak perlu menyita HP anak, karena mereka dapat memanfaatkannya untuk belajar. 

Tentu saja kamu harus tetap memantau apakah anak kamu benar-benar mencari pemecahan materi pelajaran di internet atau bermain game. Jika memungkinkan, ajarilah mereka tentang bagaimana mengakses pelajaran dan memecahkan soal yang sulit dengan bantuan internet. Untuk memantau aktivitas internet mereka, tentu saja kamu harus lebih paham daripada anak kamu.

Baca Juga :

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Memprioritaskan Pasangan Daripada Anak

4 Kebiasaan Baik dari Pria yang Perlu Ditiru Wanita

Konsumsi 4 Sumber Probiotik Ini Untuk Bantu Turunkan Berat Badan

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Hal Baik yang Akan Terjadi Jika Kamu Selalu Makan Bersama Keluarga

Bagi kamu para penggemar film, tentu sudah tidak