Program diet atau penurunan berat badan, merupakan agenda yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Kamu harus memiliki modal tekad yang kuat dan bersedia menjaga komitmen untuk melakukan diet. 

Dari sekian banyak cara berdiet, mulai dari olahraga sampai konsumsi suplemen makanan pembantu penurun berat badan, ada satu cara yang bisa kamu lakukan, yaitu dengan mengonsumsi lebih banyak probiotik. 

Sejujurnya, tidak ada yang tahu pasti apakah probiotik dapat membantu menurunkan berat badan atau tidak. Pasalnya, sebagian besar penelitian probiotik berfokus pada cara mengatasi masalah pencernaan atau melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Bukti paling menjanjikan tentang hubungan probiotik dan penurunan berat badan ditemukan dari studi tahun 2013 di The British Journal of Nutrition. 

Berdasarkan penelitian tersebut, wanita yang mengonsumsi probiotik mengalami lebih banyak kehilangan berat badan daripada wanita yang mengonsumsi makanan lainnya. Kelompok wanita yang mengonsumsi probiotik juga terus mengalami penurunan berat badan setelah uji coba berakhir. 

Kamu bisa mendapatkan probiotik dari sumber makanan, tidak perlu mendapatkannya dari suplemen mahal. 

Sebagian besar makanan yang mengandung probiotik adalah makanan sehat dan tentu saja kamu bisa mengonsumsinya selama menjalankan program diet. 

Berikut adalah beberapa cara untuk mendapatkan probiotik dari makanan harian:

  1. Yoghurt

Produk susu fermentasi, seperti yoghurt mengandung probiotik lactobacillus yang tinggi. Meski begitu, tidak semua yoghurt mengandung probiotik, jadi penting untuk membaca label dan mengunjungi situs web perusahaan produksi yoghurt untuk memastikan kandungan gizinya. 

Jika kamu lebih suka minum minuman yoghurt daripada yoghurt original yang kental, kamu bisa mengonsumsi minuman yoghurt yang lebih cair. Namun, sebaiknya kamu memilih yoghurt plain yang tidak banyak mengandung gula. 

  1. Sayuran Fermentasi 

Seperti yoghurt, mengonsumsi sayuran yang difermentasi seperti acar kubis atau kimchi adalah cara yang andal untuk meningkatkan rasio probiotik kamu. Tapi ingat, jika kamu benar-benar ingin mendapatkan manfaat terbaik dari proses fermentasi sayuran ini, maka kamu harus cari produk sayuran organik yang bebas pengawet dan bahan kimia lainnya. Atau, jika memungkinkan, kami bisa menanam sayuran sendiri dan memanennya. 

  1. Nikmati semua keju fermentasi

Ternyata, menurut ahli, keju fermentasi seperti gouda, cheddar, dan keju swiss dibuat dengan bakteri asam laktat, probiotik. Kualitas keju menjadi penentu kandungan probiotik. Keju yang lebih banyak difermentasi akan mengandung lebih banyak probiotik. Pastikan kamu mendapatkan keju dengan kualitas terbaik. 

  1. Tambahkan cuka sari apel pada salad

Meski belum terbukti secara ilmiah, banyak yang mengaku mendapatkan manfaat kesehatan konsumsi cuka sari apel. Namun, yang pasti, bahan makanan yang satu ini memang mengandung probiotik yang dapat membantu kamu menjaga kesehatan usus. 

Alih-alih meminumnya, kamu bisa menggunakan bahan ini untuk dijadikan dressing salad yang segar nan lezat. Daripada kamu mengonsumsi saus salad dari mayonaise, akan lebih sehat jika kamu menggantinya dengan cuka sari apel yang kaya probiotik. 

Semoga informasi berikut dapat membantu kamu menjalankan program diet ya! 

Baca Juga :

Bagaimana Probiotik Dapat Membantu Kamu Menurunkan Berat Badan? Inilah Alasannya

Probiotik yang Dapat Menurunkan Berat Badan Kamu Bahkan Dua kali Lipat

7 Makanan Lezat Ini Ternyata Tidak Buruk Bagi Kesehatan Loh, Salah Satunya Pizza!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Anak Lebih Suka pada Pasangan Kamu? Ini yang Harus Kamu Lakukan

Peristiwa di mana anak lebih dekat atau lebih