Ada banyak mitos tentang diabetes yang dapat mempengaruhi cara orang berpikir tentang penyakit tersebut. Stigma yang muncul akibat mitos dapat membuat pasien diabetes merasa bersalah ketika melakukan sesuatu untuk menangani penyakitnya. Tertekan atau stres karena diabetes juga dapat mempengaruhi kesehatan. 

Untuk membantu melawan kesalahan persepsi ini, berikut adalah daftar mitos tentang diabetes menurut para ahli :

  1. Menganggap diabetes sebagai aib

Diabetes sering dianggap sebuah aib oleh beberapa orang. Beberapa penderita diabetes merasa malu lantaran didiagnosis dengan penyakit ini. Padahal, penyakit ini sebenarnya tidak boleh membuat kamu malu. Ada jutaan orang di luar sana yang juga menderita diabetes, jadi kamu tidak sendirian dalam berjuang melawan penyakit ini. Tidak perlu menganggapnya seperti aib, atau malu karenanya. 

Menderita diabetes bukan berarti menandakan bahwa kamu “kurang” dari seseorang atau “tidak lebih baik” dari seseorang.

  1. Diabetes hanya menyerang mereka yang kelebihan berat badan 

Sebagian besar penderita diabetes menderita diabetes tipe 2. Berbeda dari diabetes tipe 1 di mana tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin, pada diabetes tipe 2, yang terjadi adalah sel-sel tubuh berubah menjadi kurang sensitif terhadap hormon insulin, meskipun produksi dan kadar hormon insulin normal.

Nah, pada penyakit diabetes tipe 2, meskipun berat badan merupakan salah satu faktor penyebabnya, tetapi, masih ada kemungkinan orang dapat menderita diabetes tipe 2 dengan berat badan berapa pun. Orang berbadan kurus bisa saja menderita diabetes, dan orang berbadan besar atau gemuk, bisa saja bebas dari penyakit ini.

Kelebihan berat badan tidak menjamin kamu akan terkena diabetes, begitu pula sebaliknya, memiliki tubuh yang langsing tidak menjamin kamu akan bebas dari diabetes. 

  1. Penderita diabetes tidak boleh makan gula atau karbohidrat sama sekali 

Penderita diabetes kerap tersiksa karena tidak diperbolehkan mengonsumsi karbohidrat dan produk makanan lain yang mengandung gula. Artinya, mereka tidak bisa menikmati hidangan penutup yang lezat. Namun, tahukah kamu? Ternyata itu semua hanya mitos. Tidak ada alasan bagi penderita diabetes untuk menghentikan konsumsi karbohidrat dan gula sepenuhnya. 

Cara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, bukan dengan menghapus karbohidrat dan gula dari menu makan penderita diabetes, tetapi menetapkan target tentang seberapa besar gula dan karbohidrat yang boleh dikonsumsi. Untuk mengetahui target tersebut, penderita diabetes dapat berkonsultasi dengan dokter.

  1. Insulin sebenarnya berbahaya

Insulin membantu menjaga gula darah tetap rendah dengan memindahkan gula dari aliran darah ke sel-sel kamu. Kinerja insulin yang menjaga gula darah sehat adalah salah satu aspek untuk mengurangi kemungkinan kamu terkena penyakit lain, seperti serangan jantung, misalnya. Namun, beberapa orang salah paham dan percaya bahwa insulin dapat memperburuk diabetes, atau berbahaya bagi penderita diabetes. 

Padahal, insulin adalah pengobatan yang direkomendasikan untuk kebanyakan orang dengan diabetes tipe 1. Bahkan, penderita diabetes tipe 2 yang umumnya menggunakan obat selain insulin, pada akhirnya mengambil insulin sebagai pengobatan jangka panjang.

  1. Diabetes dapat disembuhkan 

Kamu mungkin pernah melihat iklan sebuah produk yang mengklaim bahwa dengan mengonsumsi produk tersebut, orang dapat sembuh dari diabetes. Tetapi, kenyataannya, diabetes adalah penyakit kronis yang tidak ada obatnya. Meskipun demikian, dengan rencana perawatan yang tepat, kamu dapat menjaga kondisi tetap stabil dan terhindar dari penyakit berbahaya lainnya. 

Baca Juga :

9 Obat Alami yang Efektif untuk Diabetes

Ini Hal-Hal Aneh yang Bisa Meningkatkan Resikomu Terserang Diabetes Tipe Dua

Dampak Diabetes Ini Mungkin Nggak Kamu Duga, padahal Bahaya Banget!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

7 Olahraga Untuk Kamu yang Mager, Bisa Dilakukan Sambil Berbaring di Tempat Tidur

Olahraga adalah kebutuhan dasar yang memang harus dilakukan