Jika kamu merasa lelah dan lemah sepanjang hari tanpa tahu apa penyebabnya, jangan khawatir. Kamu tidak sendirian. 

Ritme dunia modern membuat kita harus kerja secara terus-menerus. Apalagi di masa pandemi seperti ini, bahkan ketika di rumah pun, kita harus tetap mengondisikan diri untuk bekerja. 

Kerja keras yang kita jalani setiap hari membuat kita menjadi stres dan tubuh kita pun menegang. Akibatnya, kita mengalami susah tidur, dan kurang berolahraga. Kondisi stres dan fisik tersebut bisa mempengaruhi kondisi psikis atau jiwa kita, sehingga kita mengalami “Kelelahan Psikis”, “Kelelahan Emosional”, atau “Kelelahan Jiwa”.

Berikut adalah tanda-tanda kelelahan psikis: 

  1. Kamu merasa lelah, bahkan setelah bangun dari tidur panjang

Tanda pertama dari fenomena kelelahan psikis adalah kamu sulit beranjak dari tempat tidur, atau sulit bangun, bahkan setelah tidur panjang. 

Secara fisik, sebenarnya kamu sudah pulih karena sudah istirahat lama, tapi kamu masih sulit untuk memulihkan jiwa kamu bahkan setelah mendapat tidur yang cukup. Inilah yang menjadi awal dari kelelahan kronis yang kamu alami. Hal itu bisa membuat kamu berdebat dengan dirimu sendiri sepanjang hari setiap kali kamu melakukan aktivitas. 

  1. Kamu sering melamun dan ingin melarikan diri dari kenyataan

Jika kamu merasa ingin melarikan diri dari kenyataan dan kamu memimpikan kehidupan yang berbeda, jiwa kamu memberi tanda bahwa kamu sedang kelelahan. 

Kamu menjadi sering melamun, memikirkan masa lalu, dan merasa takut akan masa depan. Hal utama masalah ini adalah kamu tidak menyukai momen “saat ini” dalam hidup kamu, dan kamu mencoba mengalihkan perhatian kamu dengan membayangkan jika kamu lari dari semua yang kamu jalani saat ini. 

Tetapi sebenarnya pelarian dapat membahayakan diri kamu, karena kamu masih harus kembali ke aktivitas harian. Terlebih, kamu akan semakin frustrasi setelah menyadari bahwa impian kamu masih jauh dengan kenyataan hidup yang kamu jalani.

  1. Kamu kurang aspirasi dan tidak peduli dengan sekitar

Jika kamu terus-menerus merasa lelah, kamu mungkin mengalami kekurangan gairah untuk melakukan sesuatu. Ini menunjukkan ketidakpedulian kamu terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar kamu. Bahkan, kamu kehilangan minat pada apa yang sebelumnya kamu sukai. Misalnya, dulu kamu sangat suka bersepeda, menjelajah kuliner, atau bermain musik. Kini, kamu sudah tidak ingin lagi melakukan hal itu. Kamu merasa bahwa segala sesuatu yang kamu lakukan saat ini tidak ada gunanya. Hal itu membuat kamu menjadi apatis. 

Kondisi ini dapat membuat kamu semakin stres, karena kamu tetap harus menjalankan tugas harian meski kamu tak punya tenaga, tak punya gairah dan cita-cita.

  1. Kamu mengalami perubahan emosi yang tiba-tiba

Ketidakpuasan, kelelahan, dan ketidakpedulian dapat memengaruhi emosi kamu. Sering kali kamu menjadi mudah marah dan tersinggung pada hal kecil. Atau mungkin kamu ingin menangis dan ingin tertawa tanpa alasan yang jeals.

Jika perubahan mood seperti ini terjadi terus-menerus, ini mungkin pertanda bahwa jiwa kamu mengalami kelelahan. Hidup menjadi lebih sulit dengan perubahan emosi yang kamu alami itu. 

  1. Kamu berpura-pura bahwa kamu baik-baik saja

Jangan berpikir menyembunyikan rasa sakit dan berpura-pura baik-baik saja adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Jika kamu melakukan ini, kamu berbohong kepada diri sendiri dan orang lain tentang perasaan kamu yang sebenarnya, padahal  segala sesuatu di dalam diri kamu sedang sakit. 

Kamu cenderung berusaha sebaik mungkin untuk tersenyum dan mengeluarkan ekstra energi untuk mencoba menciptakan ilusi “gembira” atau “sehat lahir dan batin”, padahal jiwa di dalam dirimu sedang menangis dan kesakitan. 

  1. Kamu merasa kesepian

Jika kamu mulai mengarahkan semua amarah kamu kepada orang-orang di sekitar kamu, hubungan kamu dengan orang sekitar akan menjadi tidak baik. 

Ketika kamu berpura-pura “baik-baik saja”, tidak ada yang tahu keadaan kamu yang sebenarnya. Ini bisa membuat kamu merasa kesepian dan merasa ditinggalkan. Kamu akan mulai berpikir bahwa tidak ada orang lain yang bisa memahami kamu, tidak ada yang menerima kamu, dan tidak ada yang dapat membantu. 

Karena hal itu, kamu mencoba menangani semuanya sendirian. Kamu berjuang sendirian dengan kondisi kamu, kemudian menjalani hari demi hari dengan perasaan kesepian.

  1. Kamu ingin selalu bersembunyi dari orang lain

Kamu merasa ingin bersembunyi dari orang-orang di sekitar kamu. Dalam beberapa kesempatan, kamu memilih untuk duduk di bagian sudut ruangan, melindungi diri kamu dari orang lain. Kamu berusaha keras agar kamu tidak terlihat atau tidak mencolok di hadapan orang lain.

Tetapi, karena aktivitas harian kamu tidak memungkinkan kamu untuk mengunci diri di rumah dan berhenti berinteraksi dengan orang lain, kamu justru semakin tertekan, karena kamu tetap harus berkomunikasi dengan orang lain, meski kamu tidak ingin. 

  1. Kamu selalu berpikir negatif

Kamu selalu fokus pada pengalaman negatif dan pengalaman buruk. Kamu tidak mengisi diri kamu dengan energi positif. Sebaliknya, kamu menyia-nyiakan energi kamu sambil terus-menerus mengharapkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi dalam hidup kamu. Tentu saja pemikiran negatif ini sangat memengaruhi suasana hati kamu dan menciptakan perasaan tidak bahagia.

Baca Juga :

Sering Sakit Kepala, Kelelahan dan Insomnia? Mulailah Mengonsumsi Makanan Berikut Ini

6 Alasan Mengapa Kamu Selalu Merasa Lelah

4 Tanda Kamu Mengalami Kelelahan Emosional

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Hati-hati, 5 Risiko Ini Harus Kamu Hadapi Jika Makan di Depan Laptop

Meski keliru, kebiasaan makan di depan laptop, entah