Tahukah kamu, perubahan yang terjadi pada otak kita ketika kita jatuh cinta sebanding dengan gangguan psikologis? Tetapi apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita? Mengapa kita bisa menyukai sebagian orang dan tidak menyukai yang lain? Sains memiliki jawabannya!

Berikut adalah studi, eksperimen dan fakta menarik yang akan memberi tahu kamu lebih banyak tentang diri kamu sendiri dan akan memberi kamu beberapa informasi penting sehingga kamu dapat berkomunikasi dengan lebih baik :

  • Teks/Chat dengan titik di bagian akhir dianggap tidak tulus dan atau marah

Ilmuwan dari Universitas Negeri New York di Binghamton mengadakan percobaan dengan 126 siswa. Mereka harus membaca dialog yang hanya terdiri dari 2 baris. Pertama adalah pertanyaan, kedua adalah variasi jawaban yang berbeda seperti “ya”,  “yakin” dan seterusnya. Satu hal yang penting dari penelitian ini adalah adanya tanda baca akhir pada jawaban (.)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kebanyakan kasus, jawaban tanpa tanda titik di bagian akhir dievaluasi sebagai jawaban yang lebih tulus daripada jawaban yang memiliki tanda titik (.)

Kita tidak dapat menggunakan sinyal non-verbal seperti ekspresi wajah, nada dan volume suara, atau bahasa tubuh saat kita mengirim pesan teks/chat. Itulah sebabnya kita mengganti semua ini dengan imitasi teks, misalnya, huruf kapital dan tanda seru ketika kita berteriak. Nah, titik (.) pada akhir kata adalah sinyal bahwa kita serius atau bahwa percakapan sudah selesai. Itu sebabnya seseorang yang menggunakan titik di akhir kalimat sepertinya terdengar marah pada kita.

  • Kita berperilaku lebih baik jika kita diharapkan untuk melakukannya

Menurut efek Pygmalion, cara kita berperilaku pada orang-orang tertentu adalah cara yang sesuai dengan apa yang kita pikirkan tentang mereka. Ini juga membuat orang berperilaku seperti yang diharapkan.

Dalam salah satu artikel di Harvard Magazine, psikolog sosial Amy Cuddy menjelaskan: “Jika kamu berpikir seseorang brengsek, kamu akan berperilaku terhadap mereka dengan cara yang memunculkan perilaku yang tersentak-sentak. Dan kemudian kamu berkata, ‘Lihat? Dia brengsek!’. Ini salah satu bahaya dari stereotip. Ketika kita memperoleh perilaku yang konsisten dengan stereotip yang kita miliki, kita memberi tahu diri sendiri, ‘Lihat? Stereotipnya benar!’.”

Jika kamu mengetahui aturan ini, kamu dapat menggunakannya untuk keuntungan kamu dan kamu bisa berperilaku berbeda pada seseorang untuk membuat mereka berperilaku seperti yang kamu inginkan.

  • Kita tertarik pada orang-orang yang memiliki sifat yang kita sukai tentang diri kita sendiri dan sifat-sifat yang tidak kita miliki

Aturan ini selalu berhasil walaupun hanya sedikit orang yang benar-benar menyadarinya. Aturan ini terdiri dari 2 bagian sederhana :

  • Kita menyukai orang-orang yang memiliki sifat yang sama dengan sifat yang kita sukai dari diri kita
  • Kita menyukai orang-orang yang memiliki sifat positif yang tidak kita miliki dalam diri kita, tapi ingin kita miliki.
  • Kita cenderung mempercayai orang asing yang mengingatkan kita pada seseorang yang pernah kita percayai

Sekelompok peneliti dari Amerika melakukan percobaan di mana mereka meminta 29 peserta untuk membuat pilihan :

  • Menyimpan $100, atau
  • Menginvestasikan $100 (atau sebagian) pada sebuah investasi dengan salah satu dari 3 orang asing dalam foto.

Para partisipan diminta memainkan beberapa permainan dan hasilnya, para peneliti menemukan bahwa partisipan lebih cenderung memilih seseorang yang bermain dengan mereka sebelumnya dan seseorang yang membuat kesan yang baik. Lebih dari 68% peserta menolak foto-foto para pemain baru yang sedikit mirip dengan orang yang memberikan kesan buruk dari game sebelumnya.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/5-tanda-kamu-terjebak-toxic-relationship/

http://www.tampilcantik.com/putus-atau-jangan-pertimbangan-berikut-ini-bisa-membantumu-membuat-keputusan/

http://www.tampilcantik.com/7-tanda-kamu-sudah-move-on/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Pentingnya Memeluk Anak Secara Teratur

Sudahkah kamu memeluk anak kamu hari ini? Tentu