Lebih dari 50% remaja yang berusia sekitar 17 tahun ternyata mengaku tidak senang dengan bentuk tubuh mereka. Benar saja, ketika beranjak dewasa, citra tubuh yang negatif ternyata sangat memengaruhi harga diri orang-orang, bahkan dapat menyebabkan gangguan makan hingga depresi. Dalam situasi ini, jika pasangan kamu tidak dapat mendukung kamu secara mental dan fisik, maka kamu akan semakin frustrasi. 

Bagaimanapun, hubungan yang sehat adalah hubungan yang didasarkan pada cinta yang tulus dan saling menerima satu sama lain, baik itu menerima kelebihan pasangan maupun kekurangannya. 

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat kamu perhatikan dan pelajari tentang bagaimana cara menghadapi dan menerima bentuk tubuh diri sendiri dan pasangan :

  1. Akui dan sadari bahwa hubungan cinta bermula dari ketertarikan fisik

Citra tubuh, kecantikan, ketampanan, dan segala aspek fisik lainnya memainkan peran penting dalam masyarakat dan sulit sekali untuk menyangkal hal tersebut. Meskipun orang-orang saat ini mulai membela diri mereka dengan mengatakan bahwa mereka menilai orang dari hati bukan dari fisik, tapi tekanan di masyarakat untuk tampil cantik/tampan masih tetap ada. Bagaimanapun permulaan dari sebuah hubungan ketika seseorang mulai jatuh cinta adalah karena mereka menganggap tubuh, wajah, dan aspek fisik lain dari pasangan begitu menarik. 

  1. Waktu dengan sendirinya akan mengubah fisik pasangan 

Hubungan yang dibangun di atas ketertarikan fisik semata tidak akan bertahan lama. Mengapa? Karena mau tidak mau, suka tidak suka, tubuh kita cenderung berubah seiring bertambahnya usia, dan perubahan yang terjadi ini tidak selalu seperti yang kita inginkan. Berbagai situasi tak terduga seperti stres, pengobatan penyakit, dan penuaan akan memberikan dampak besar pada penampilan kita. Tubuh dan wajah yang cantik, tampan dan menarik pun bisa sirna seiring dengan berjalannya waktu.

  1. Utamakan Self Love 

Daripada kamu terlalu fokus pada perubahan pada tubuh pasangan atau perubahan tubuh kamu sendiri, fokuslah pada misi untuk menerima, mencintai, dan merawat diri kamu. Inilah yang disebut self love. Kamu pun bisa mencoba mendorong pasangan kamu untuk mencintai dirinya juga.

Cobalah untuk terbuka dengan pasangan kamu, jujurlah dan ungkapkan apa sebenarnya yang membuat kamu merasa insecure dengan tubuh kamu. Kamu juga perlu mencari tahu pandangan pasangan kamu tentang hal itu.   Bersama-sama, kamu dan pasangan dapat membuat rencana untuk memperbaiki atau mengobati perasaan-perasaan insecure tersebut. 

Jika pasangan kamu adalah cinta sejatimu, maka cinta kalian akan lebih kuat, tidak sebatas ketertarikan fisik yang akan sirna seiring berjalannya waktu.

  1. Pelajari cara menerima tubuh masing-masing

Tentu saja self love lebih mudah untuk diungkapkan daripada dilakukan. Untuk itu, setelah kamu memutuskan untuk mulai mencintai diri kamu, maka mulailah juga untuk belajar tentang bagaimana cara menerima dan mencintai diri kamu, termasuk tubuh kamu.

Belajar mencintai dengan tulus setiap detail bagian dari tubuh kamu adalah langkah yang harus kamu tempuh agar nantinya kamu juga bisa menerima pasangan kamu.  Kamu juga perlu mengajari mereka tentang cara menerima diri mereka sendiri dan meyakinkan mereka bahwa perasaan kamu tidak akan berubah. 

Sikap negatif kamu terhadap bentuk tubuh hanya akan menyakiti pasangan dan secara signifikan akan menurunkan harga diri mereka.

  1. Tumbuh bersama

Hal penting lainnya yang perlu kamu pelajari untuk memiliki hubungan yang sehat adalah mencintai pasangan kamu apa adanya. Menyukai mereka sebagai pribadi berarti tidak hanya mengetahui dan menerima kekurangan mereka, tetapi juga menikmati setiap momen saat berada di sekitar mereka. Mengembangkan hubungan yang kuat satu sama lain akan membuat cinta kamu benar-benar kuat. Ketika cinta kamu kuat, bentuk tubuh dan aspek lain pun tak akan penting lagi.

Baca Juga :

Ciptakan Keintiman Emosional Dengan Pasanganmu! Karena Keintiman Emosional Jauh Lebih Penting Dari Keintiman Fisik

Alasan Mengapa Bertengkar dengan Pasangan Justru Bisa Membuat Kamu Terangsang

Bagaimana Cara Pasangan Suami Istri Berjuang Menjaga Pernikahan Tetap Langgeng dan Bahagia?

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Tidak Perlu Malu, Ini 3 Alasan Mengapa Kamu Boleh Hidup Melajang

Tahukah kamu, pada tahun 1960, terdapat sekitar 10%