Banyak orang yang bingung dengan lemak, dan ini adalah hal yang bisa dipahami. Karena, sudah sangat lama, konsumsi lemak dianggap sebagai hal yang paling buruk, dan karena itu kita selalu menjauhinya. Namun, baru-baru ini saja ada temuan bahwa lemak adalah hal nutrisi yang penting dalam diet yang sehat, dan bahkan ada diet yang berdasarkan lemak. Kamu mungkin pernah mendengar mitos dan miskonsepsi tentang lemak, dan ini mungkin masih kamu percayai. Karena ini, kamu harus memahami berbagai miskonsepsi tentah konsumsi lemak yang selama ini kamu percayai.

Mitos 1: Konsumsi lemak seberapa pun akan membuat berat badanmu naik

Jelas, jika kamu konsumsi lemak dengan jumlah besar setiap hari, maka kamu mungkin akan melihat bahwa beratmu naik di timbangan. Namun, jika kamu mengawasi konsumsi lemakmu, maka kamu akan baik-baik saja. Karena lemak memiliki rasio kalori per gram yang banyak (Sembilan kalori tiap gram), maka jika kamu makan terlalu banyak, maka kamu bisa mengalami kenaikan berat badan. Untuk menghadiri kenaikan berat badan, pastikan kamu mengonsumsinya dengan jumlah yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh kalorimu. Kamu harus mengonsumsi tidak lebih dari 10 kalori tiap harinya untuk lemak jenuh, dan 20 kalori dari lemak sehat.

Mitos 2: Lemak tak ada gunanya

Ini adalah mitos konsumsi lemak yang salah. Kamu butuh lemak dalam jumlah cukup untuk mendukung fungsi normal otak dan tubuhmu. Tubuhmu butuh lemak untuk produksi hormon, mengirimkan sinyal sel, dan regulasi suhu tubuh. Lemak juga merupakan kunci untuk  untuk mendukung rabut, kulit, dan kuku yang sehat. Jadi, konsumsi lemak masihlah snagat dibutuhkan walaupun tidak dengan jumlah yang terlalu besar.

 Mitos 3: Lemak buruk buatmu

Seperti karbohidrat, ada lemak berkualitas tinggi dan lemak berkualitas rendah. Lemak berkualitas rendah, sama seperti lemak berkualitas tinggi, tidak menguntungkan buat kesehatanmu. Karena itu, lemak jenuh yang biasanya ada di makanan terproses. Berdasarkan USDA Dietary Guidelines for Americans, makanan dengan lemak baik bisa ditemukan di makanan-makanan seperti mentega, alpukat, atau minyak sayur terhidrogenasi.

Mitos 4: Hanya ada satu jenis lemak

Lemak cenderung digolongkan menjadi satu begitu saja, padahal sebenarnya ada berbagai tipe. Jenis lemak berbeda-beda. Lemak polisaturasi dan monosaturasi adalah lemak-lemak yang sehat bagi jantung dan bisa dibakar dengan cepat oleh tubuh. Sedangkan, lemak jenuh dan lemak trans lebih mudah untuk disimpan oleh tuubuh sebagai lemak tubuh yang membuat kamu gendut. lemak jenuh paling banyak ditemukan di minyak kelapa dan kelapa sawit, mentega dan lemak daging seperti pada sapi, kambing, babi, dan ayam. Sedangkan, lemak trans paling banyak ditemukan pada makanan terproses.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Apakah Virus Corona Mematikan? Berikut penjelasan Dokter tentang Angka Kematian COVID-19

Pertanyaan ini lebih rumit daripada membandingkan jumlah kematian