Baru-baru ini, seorang pembuat hukum di Georgia membuat kontroversi yang ribut karena punya ide bahwa mereka yang terserang HIV harus dimasukkan ke daalam karantina untuk mengurangi penyebaran penyakit. Tentu saja, ini membuat kontroversi karena merupakan sebuah mitos HIV yang berbahaya. Ini sangat menstigmakan dan memiliki implikasi yang begitu buruk.

Memang, ada banyak stigma HIV yang beredar di luar sana. Karena itu, kita harus berusaha untuk mengerti fakta-fakta sebenarnya untuk bisa melawan HIV, tanpa menjadi korban mitos HIV yang bisa berbahaya bagi penderita yang sudah rentan terhadap stigma.

Resiko Transmisi Selalu Tinggi

Selama beberapa dekade, hal ini benar. Ada alasannya mengapa ini disebut epidemic. Namun, kita sudah lepas dari tahun 1980-an dalam artian cara mengendalikan transmisi. Namun, dengan perkembangan medis barus eperti antiretroviral, yang bisa merendahkan tingkat HIV di dalam tubuh, maka ini tidak lagi benar. Bahkan, ada sebuah kenyataan dalam dunia kesehatan, dimana jika HIV pada tes darah tidak bisa terdetiksi karena muatan virus terlalu rendah, maka ini tidak bisa ditransmisikan. Ada banyak sekali studi yang mendukung ini, karena datanya konsisten. Jadi, meskipun kondom memang masih harus dipakai untuk mencegah penyakit menular seksual, namun resiko HIV tidak terlalu banyak meskipun kondomnya rusak. Namun, ini tidak pasti. Juga ada resiko bahwa HIV bisa ditransimiskan meskipun tidak ada muatan virus yang dideteksi karena mutan HIV tidak hanya ada di darah, namun juga di cairan tubuh lan sepert sperma.

HIV Mengurangi Rentang Hidup Begitu Banyak

Ini adalah satu lagi mitos HIV yang sangat umum. Jika seorang penderita HIV menjalani treatment yang sampai membuat muatan virusnya tidak terdeteksi, maka sebenarnya penderita ini memiliki rentang hidup yang sama dengan seseorang tanpa HIV, setidaknya hampir sama. Ini adalah sebuah studi yang dipublikasikan di The Lancet. Mereka yang menjalani terapi antiretroviral selama 2008 hingga 2010 degan hitungan sel CD4 di atas 350 (tanda minimum kesehatan imun), setelah satu tahun menjalani terapi, maka estimasi hidupnya mendekati populasi umum.

Beberapa riset menunjukkan bahwa kamu mungkin bisa hidup beberapa bulan lebih sedikit daripada mereka yang tidak terinfeksi, namun pada umumnya, hidupmu sebenarnya cukup normal. Namun, ada satu hal yang harus diwaspadai: penyakit jantung. Mereka yang memiliki HIV bisa punya resiko ganda terkena sakit jantung. Riset perlu lebih banyak dijalani, namun kemungkinan ini berhrubungan dengan inflamasi kronis yang disebabkan oleh infeksi virus.

Baca juga Ini Mitos yang Ingin Dibantah Dokter Mengenai Kesehatan Organ Kewanitaan! Jangan Sampai Salah Lagi Yaa

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mual Saat Menstruasi Bisa Diatasi Dengan Cara Ini Ladies

Menstruasi menjadi hal alami yang terjadi pada tubuh