Double Standard memiliki kaitan erat dengan isu tentang perbedaan gender, tapi sebenarnya standar ganda atau Double Standard  memiliki makna yang lebih luas. Double Standard adalah sebuah cara pandang yang berbeda dalam menyikapi situasi yang sama yang terjadi pada seseorang atau sekelompok orang.

Apakah definisi tersebut masih terlalu rumit?

Oke, sekarang kita langsung saja melihat contoh Double Standard yang hingga kini masih berlaku di masyarakat :

  1. Perbedaan sikap terhadap ayah dan ibu

Sadar atau tidak, terdapat perbedaan sikap yang dilakukan orang-orang sekitar terhadap ayah dan ibu, terutama dalam hal merawat anak-anak. Seorang Ayah sering dipuji atas apa pun yang mereka lakukan untuk anak mereka, sementara seorang ibu yang cenderung lebih sering mengurus anak justru lebih sering dikritik atas tindakan yang sama. 

Contohnya, ketika Ayah bermain dengan anak perempuan dan memakaikan cat kuku, Ayah akan dipuji karena Ayah mampu bermain dengan anak perempuan dan melakukan hal yang menggemaskan. Di sisi lain, jika Ibu yang memakaikan cat kuku, Ibu akan dikritik karena tidak memperhatikan kesehatan anak dan membiarkan anak memainkan cat kuku yang mengandung bahan kimia.

  1. Ketika seorang wanita sedang marah, orang-orang cenderung mencela dan menganggap bahwa wanita marah karena PMS

Memang benar bahwa suasana hati seorang wanita bisa berubah dengan drastis saat menjelang atau selama menstruasi. Tetapi itu seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menganggap remeh seseorang yang marah. 

Wanita adalah manusia biasa yang juga akan menunjukkan emosi kemarahan ketika berhadapan dengan hal yang membuat mereka geram. Tidak seharusnya orang-orang mencela dan menganggap remeh wujud emosi tersebut hanya karena dia adalah seorang wanita yang memiliki kemungkinan atau kecenderungan untuk bad mood saat PMS.

  1. Bulu tubuh pada pria (vs) Bulu tubuh pada wanita

Ketika pria memiliki banyak bulu di tubuhnya, baik itu bulu di tangan, bulu di dada, bulu di kaki, bulu di ketiak dan di mana pun, orang-orang akan menganggapnya hal normal. Tetapi, di sisi lain, ketika wanita memiliki bulu halus di tubuhnya dan memang tidak mencukur bulu, maka orang-orang akan mulai mengkritik bahwa wanita tersebut tidak merawat tubuhnya dengan baik. 

Hey! Semua orang memiliki bulu dan memiliki hak untuk membiarkannya atau mencukurnya, entah itu pria maupun wanita!

  1. Wajar bagi wanita untuk menangis, tapi tidak wajar bagi pria untuk menangis

Orang akan sangat memahami dan menganggap bahwa seorang wanita yang menangis adalah hal yang normal. Tapi, orang akan mulai mengkritik dan mengata-ngatai ketika melihat seorang pria menangis. Mereka akan mengatakan bahwa pria kuat tidak boleh menangis, dsb.

Padahal, menangis adalah sebuah reaksi yang sangat wajar dialami oleh manusia, tidak peduli apakah dia pria atau wanita. Semua orang bisa menangis dan hal itu sangat teramat wajar!

  1. Standar tubuh yang berbeda pada pria dan wanita

Orang cenderung menganggap wanita gemuk yang menikah dengan pria kurus sebagai sebuah “keberanian” dan juga “keberuntungan”. Keberanian bagi pria kurus dan keberuntungan bagi wanita gemuk.

Di sisi lain, orang akan mencibir wanita bertubuh kurus yang berpasangan dengan pria bertubuh gemuk karena wanita tersebut dianggap sebagai seorang “wanita matre” sedangkan pria bertubuh gemuk akan dianggap “beruntung”.

Standar ganda berdasarkan bentuk tubuh ini memang tidak masuk akal jika dipikirkan lebih dalam dengan logika, tetapi orang-orang masih saja beranggapan demikian bahkan di tahun 2021 ini. 

Baca Juga :

5 Hal Normal yang Tidak Perlu Dikhawatirkan

Pria Mengungkapkan Mengapa Mereka Menyukai Wanita yang Berisi

REVIEW: Garnier Serum Mask

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Tidak Sampai 10 Menit, Rangkaian Olahraga Ini Akan Melatih Kaki dan Pantat Kamu

Olahraga sejatinya adalah kebutuhan setiap orang. Namun terkadang,