Siapa sih yang tidak suka makanan manis?

Gula memang sangat enak rasanya , dan semua yang mengandung gula benar-benar nikmat. Sebut saja milkshake, boba, cake, permen, coklat, kue, dan masih banyak lagi! Karbohidrat kristal manis tampaknya ada di mana-mana. Sebagian besar dari kita senang memakan hidangan penutup atau camilan favorit yang mengandung gula. Namun, apa yang tampak lezat sebenarnya adalah alasan dari banyak masalah kesehatan yang mungkin sedang kita derita saat ini.

Berikut adalah beberapa tanda peringatan yang ditunjukkan tubuh kamu ketika kamu mengonsumsi terlalu banyak gula :

  • Nyeri otot dan sendi

Apakah kamu merasa malas untuk jalan-jalan biasa, berkebun, atau bermain golf karena otot dan sendi kamu terasa sakit? Ini mungkin salah satu dari banyak tanda yang digunakan tubuh kamu untuk memperingatkan kamu tentang proses peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Jumlah gula yang tinggi dalam makanan kamu membuat sel kekebalan mengeluarkan pembawa pesan peradangan ke dalam darah kamu.

Semakin banyak gula yang kamu makan, semakin banyak produk akhir glikasi yang muncul dan menghasilkan lebih banyak pembawa pesan inflamasi yang dikirim untuk memutus siklus. Rangkaian reaksi biokimia seperti itu pada akhirnya dapat menyebabkan radang sendi, katarak, penyakit jantung, ingatan yang buruk atau kulit keriput.

  • Mengidam permen dan makanan manis lainnya

Gula yang diproses dengan sangat cepat, membuat kamu merasa lapar meskipun kamu sudah menyantap muffin satu jam yang lalu. Faktanya, gula dikenal dapat melepaskan dopamin. Bahan kimia khusus ini paling terkenal karena menjaga suasana hati kita tetap baik. Jadi wajar jika suasana hati kita bisa lebih baik saat kita makan makanan manis.

Otak melihat gula sebagai hadiah atau camilan dan semakin banyak gula yang kamu makan, maka semakin banyak pula gula yang diinginkan oleh tubuh kamu. Ini adalah lingkaran setan yang adiktif. Ditambah lagi, makanan tinggi gula tidak akan membuat kamu merasa kenyang karena tidak mengandung nutrisi yang berguna.

  • Jerawat terus muncul

Makanan yang mengandung gula tambahan menyebabkan kadar insulin melonjak dan memulai proses glikasi, yaitu ikatan gula dengan molekul protein. Begitu glukosa memasuki darah kamu, ia meluncurkan rangkaian proses fisiologis rumit yang pada akhirnya dapat menyebabkan peradangan dan masalah kulit. Peningkatan insulin dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak di kulit kamu dan mengaktifkan proses peradangan yang menjadi awal mula dari timbulnya jerawat.

Inilah mengapa makanan tinggi gula dikaitkan dengan risiko tinggi terhadap timbulnya jerawat. Jika jerawat menjadi sulit diatur dan mengganggu kamu, coba ubah kebiasaan makan kamu. Sebenarnya tidak perlu ekstrem dan menghapus gula dari hidup kamu, tetapi kamu mungkin bisa mulai mengurangi konsumsi gula dan berusaha menghindari makanan atau minuman yang mengandung banyak gula.

  • Berat badan naik

Kamu tentu panik dan kesa ketika jeans dan kaos kamu menjadi ketat dan tidak nyaman lagi digunakan. Mungkin saja kamu tidak pernah menyangka bahwa kue coklat yang kamu makan seminggu yang lalu bisa menjadi bumerang dengan cara yang buruk! Namun, salah satu tanda paling jelas dari kelebihan  konsumsi gula secara adalah naiknya berat badan.

Makanan ringan dan manisan biasanya dapat menyimpan lemak di bagian tengah tubuh kamu. Kadar gula yang tinggi meningkatkan produksi insulin yang menyimpan lemak berlebih di perut kamu. Inilah yang menyebabkan perut kamu membesar dan berat badan kamu bertambah.

  • Kerusakan gigi

Makanan manis sangat memicu gigi berlubang dan kerusakan gigi. Namun, bukan gula yang membuat gigi kamu membusuk, melainkan kotoran dari makanan yang tertinggal di gigi setelah kamu makan. Jika tidak dicerna atau tidak disikat dengan benar, sisa makanan bisa menyebabkan munculnya plak pada gigi kamu. Nah inilah yang mengikis permukaan keras gigi yang menghasilkan lubang kecil.

Makanan bergula seperti permen, sereal kering, dan permen penyegar napas dapat tersangkut di antara gigi dan sulit untuk dijangkau, sehingga mempercepat proses pembusukan pada gigi. Menjaga kebersihan mulut dengan benar dapat menyelamatkan kamu dari sakit gigi yang berkelanjutan. Jadi, jangan lupa gosok gigi secara teratur ya!

  • Toleransi gula yang tinggi

Jika kamu banyak makan makanan manis, indra pengecap kamu akan terbiasa dengan tingkat rasa manis yang sama dan mungkin tidak akan merespons makanan manis seperti dulu. Kelebihan gula membuat langit-langit mulut kamu tumpul hingga membuat buah beri yang manis tidak terasa manis bagi kamu. Toleransi indra pengecap terhadap makanan manis bisa menjadi lebih tinggi dan ini meningkatkan risiko konsumsi gula yang berlebih. Jadi, mulai sekarang, kurangilah konsumsi makanan dan minuman manis secara perlahan.

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/6-efek-negatif-saat-berhenti-minum-kopi-dan-cara-menanggulanginya/

https://www.tampilcantik.com/hati-hati-5-makanan-sehat-ini-ternyata-mengandung-banyak-gula/

https://www.tampilcantik.com/kebiasaan-mengonsumsi-makanan-yang-secara-alamiah-menurunkan-gula-darah/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Kamu Makan Saat Menstruasi

Tahukah kamu? Kebutuhan nutrisi wanita akan berubah sepanjang