Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, mau tidak mau, banyak pasangan yang berujung pada long distance relationship alias LDR. Tentu saja rasa rindu dan keinginan untuk melakukan kontak fisik dengan pasangan bisa sangat menyiksa. Tetapi, hal itu tidak berarti bahwa setiap hubungan LDR akan gagal.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan, demi menciptakan hubungan LDR yang sehat tanpa perlu merasa kesepian. Penasaran apa saja tipsnya? Simak daftar berikut ini, ya:

  1. Tetap tertarik pada kehidupan pasangan, tapi jangan mengganggu

Sangat wajar jika kamu ingin memeriksa pasangan kamu, mengetahui apa yang sedang dia lakukan, bagaimana dia menjalani hari ini, dan sebagainya. Hal ini menandakan bahwa kamu adalah pasangan yang perhatian. 

Tetapi, rasa penasaran dan perhatian itu sebaiknya tidak ditunjukkan dengan cara yang berlebihan. Kamu boleh perhatian, asalkan jangan mengganggu pasangan. Sesekali mengirim pesan di jam kerja tidak masalah, tetapi jangan terus-menerus menelepon setiap satu jam sekali. Tentu pasangan kamu akan terusik karena hal itu. 

  1. Berbagi sesuatu yang nyata, jangan hanya mengandalkan teknologi

Meskipun panggilan video atau permainan online sangat baik untuk menjembatani jarak antara kamu dan pasangan, tapi itu saja tidak cukup. Kamu tetap membutuhkan sesuatu yang berwujud fisik. Untuk itu, kamu dan pasangan bisa bertukar barang dan saling mengirimkannya ke alamat masing-masing. Hal ini bisa membuat kalian lebih bersemangat dan bahagia dalam menjalin hubungan. 

  1. Fokus pada kualitas komunikasi, bukan kuantitas

Komunikasi itu sebenarnya lebih dari sekedar berbicara. Komunikasi adalah tentang terhubung satu sama lain. Kamu harus tahu kapan kamu harus mempersingkat pembicaraan dan kapan kamu bisa berbicara panjang lebar. Selain itu, berkomunikasi dengan pasangan adalah kebutuhan, bukan kewajiban. 

Jangan sampai kamu merasa harus berbicara dengan pasangan kamu karena itu adalah sesuatu yang harus kamu lakukan. Melainkan, bicaralah dengan pasangan kamu karena kamu ingin ngobrol dengan dia. Jangan ragu untuk mengganti frekuensi komunikasi agar sesuai dengan jadwal masing-masing sehingga kalian lebih nyaman saat berkomunikasi. 

  1. Jalani hidup kamu sepenuhnya

Daripada menunggu pasangan kamu kembali, atau menantikan tanggal bertmeu, sebaiknya kamu menerima kenyataan bahwa kalian terpisah oleh jarak, dan jalanilah hidup kamu sepenuhnya. Karena, jika kamu tidak menikmati hidup saat tidak ada pasangan, mungkin kamu justru akan membenci pasangan kamu jika nantinya kalian tinggal bersama namun kehidupanmu tidak berjalan dengan lancar. 

Untuk itu, milikilah kebebasan pribadi yang memungkinkan kamu bergaul dengan teman dan keluarga atau fokus pada karier. 

  1. Ingat, pasangan kamu bukanlah orang yang sempurna 

Ketika jarang berkomunikasi dan jarang bertemu, kamu mungkin cenderung menciptakan ilusi versi sempurna atau versi ideal dari pasangan kamu yang kini berada jauh di sana. 

Ketika hal itu terjadi, setelah kamu nantinya bertemu dengan pasangan dan kembali menjalani kehidupan bersama, maka kemungkinan besar kamu akan merasa kecewa. Pasalnya, kamu akan mendapati bahwa citra ideal yang selama ini kamu bayangkan adalah ilusi semata, karena kamu lupa bahwa pasangan kamu bukanlah orang yang sempurna. 

Beberapa pasangan LDR memutuskan putus setelah kembali hidup bersama, karena mereka pikir pasangan mereka terlalu menuntut atau berharap terlalu banyak. 

Baca Juga :”

Cara Menjaga Hubungan Jarak Jauh (LDR) di Tengah Pandemi Virus COVID-19

Tanda-Tanda Hubungan LDR Kamu Tidak Akan Bertahan Lama

6 Aplikasi untuk Pasangan yang LDR karena COVID-19

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Perempuan Boleh Melamar Duluan, 5 Selebriti Ini Juga Melamar Calon Suaminya, Loh

Satu dekade lalu, mungkin sebagian besar masyarakat masih