Ketika berat badan kembali naik setelah kamu kehilangan banyak berat badan pasca diet, kamu bisa merasa sangat frustrasi. Apalagi jika kamu tidak tahu apa penyebabnya.

Tahukah kamu? Meskipun program diet dapat membantu kamu menurunkan berat badan, tapi program diet juga merupakan faktor utama yang mempengaruhi kembali lemak dalam tubuhmu. Namun, ada alasan lain dari kenaikan berat badan ini yang mungkin tanpa kamu sadari ternyata kamu melakukannya di kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa berat badan kamu naik lagi setelah diet :

  • Terkadang olahraga bisa membuat berat badan bertambah

Ya, olahraga bisa saja menyebabkan kenaikan berat badan, setidaknya untuk sementara. Kenaikan berat badan karena olahraga  bisa menjadi tanda bahwa kamu bekerja sangat keras untuk mendapatkan hasil yang bagus. 

Hal ini terjadi karena olahraga merusak jaringan otot. Nah, proses perbaikan memungkinkan otot untuk tumbuh dan menjadi lebih kuat. Namun, sementara itu, terkadang peradangan pun terjadi, dan bersamaan dengan penumpukan cairan, kamu mungkin salah mengira bahwa penambahan berat badan pada tubuhmu itu adalah lemak, padahal sebenarnya penambahan berat badan itu adalah otot. 

  • Kamu terjebak dalam diet yoyo

Jika kamu mengalami kenaikan berat badan secara tidak sengaja setelah kamu berhasil menurunkannya dengan diet, nah berarti kamu sedang mengalami diet yo-yo. Jika pola ini berlanjut, kamu berisiko mengalami penambahan berat badan seiring berjalannya waktu. Dalam beberapa kasus, pembatasan makan dapat menyebabkan penambahan berat badan di masa depan karena terjadi respons fisiologis tubuh kamu terhadap perubahan rasa kenyang dan kelaparan.

Jika kamu berencana menurunkan berat badan dengan mengikuti diet ketat, kemungkinan besar kamu akan gemuk lagi dalam kurun waktu 5 tahun. Tetapi untuk menjaga berat badan, kamu harus mengubah gaya hidup kamu. Mengubah gaya hidup berarti menghilangkan makanan manis dan makanan olahan, menambahkan olahraga ke dalam rutinitas harian, dan mengonsumsi makanan bergizi yang kaya protein dan serat.

  • Kamu kurang makan serat dan protein

Jika kamu mengabaikan serat dan protein dalam menu harian kamu, itu bisa menjadi alasan mengapa lemak kamu kembali menumpuk dalam tubuh. Serat membantu mengendalikan nafsu makan dan memberi kamu sensasi kenyang lebih lama. Tingkatkan asupan kacang-kacangan dan sayuran untuk mendapatkan serat yang cukup. Makan 14 gram serat setiap hari dapat menurunkan asupan kalori kamu sebanyak 10%.

Selain itu, kekurangan protein juga bisa membuat berat badan bertambah. Protein juga membuat kamu kenyang lebih lama, bahkan ketika kamu makan sedikit saja. Selain itu, protein dapat menjaga massa otot dan meningkatkan metabolisme, yang penting untuk menjaga berat badan yang sehat.

  • Kamu terlalu “sosial”

Memang benar, kita perlu menjaga kehidupan sosial, dalam arti menjaga keseimbangan yang baik antara pekerjaan dan waktu pribadi. Namun, jika kamu terlalu senang berkumpul dengan teman dan kolega, maka kamu akan sering tergoda untuk minum dan makan lebih banyak. Artinya dengan menghadiri lebih banyak acara sosial, kamu akan menambahkan kalori ke dalam tubuh kamu dan dapat membuat berat badanmu bertambah.

  • Kamu mendapatkan banyak kalori dari minuman

Minum minuman ringan, seperti jus, soda, milkshake dan jenis minuman lainnya mungkin menjadi alasan mengapa berat badan kamu naik lagi. Otak kita tidak menghitung kalori dari minuman karena otak kita biasa menghitungnya dari makanan. Ini berarti, meskipun kamu sudah mengonsumsi minuman yang mengandung banyak kalori, kamu tetap akan makan makanan berat nantinya. Inilah yang berkontribusi pada penambahan lemak dan naiknya berat badan.

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/8-tips-ampuh-untuk-mempercepat-penurunan-berat-badan/

https://www.tampilcantik.com/7-tips-diet-berikut-ini-akan-membantu-menurunkan-berat-badan-bahkan-saat-tidur/

https://www.tampilcantik.com/diet-astronaut-untuk-menurunkan-berat-badan-dan-menghilangkan-masalah-perut-dalam-13-hari/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Inilah yang Terjadi Jika Kamu Terlalu Lama Memakai Headphone

Dokter memiliki aturan yang disebut dengan aturan “60-60”.