Saat musim panas tiba, orang akan mulai mengenakan pakaian ringan agar tidak gerah karena cuaca panas. Tapi, beberapa orang tidak bisa dengan bebas menunjukkan bagian tubuh mereka sehingga terpaksa menggunakan pakaian panjang yang tidak nyaman. Hal ini terjadi karena ada kondisi kulit tertentu yang membuat mereka tidak percaya diri. Salah satunya berupa masalah “kulit ayam” di mana kulit bertekstur bintik-bintik seperti kulit ayam.

Penyakit yang memiliki istilah ilmiah keratosis pilaris ini memang tidak berbahaya dan tidak menular, tetapi bisa sangat mengganggu. Karena jika tidak diobati, keratosis pilaris bisa menjadi lebih buruk.

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab keratosis pilaris dan bagaimana cara mengobatinya :

  1. Kurang makan lemak

Saat menjalani program penurunan berat badan, hal pertama yang sering dihentikan adalah konsumsi lemak. Padahal, pada kenyataannya, menghilangkan lemak sehat dari menu makan harian bisa menyebabkan kamu bertambah gemuk dan dapat memperburuk kondisi kulit, termasuk keratosis pilaris. 

Ketika tubuh kamu tidak mendapatkan cukup asam lemak omega 3 dan omega 6 esensial, kulit bisa mengalami peradangan atau memunculkan benjolan yang mengganggu. 

Untuk itu, disarankan agar kamu makan lebih banyak makanan yang kaya akan asam lemak. Ahli gizi merekomendasikan untuk memasukkan ikan dan telur untuk memenuhi kebutuhan asam lemak harian kamu. 

  1. Memakai scrub kasar

Eksfoliasi memang bisa membantu menghaluskan kulit ayam, tapi lulur atau scrub yang terlalu kasar dapat memperburuk kondisinya. Partikel kasar dalam scrub dapat mengiritasi kulit, menyebabkannya gatal, dan membuat kulit mengelupas.

Alih-alih menggunakan scrub kasar, coba pijat kulit kamu dengan lembut menggunakan loofah atau batu apung.

  1. Mandi air panas

Meskipun mandi air panas tidak akan menyebabkan benjolan pada kulit, berada di air panas terlalu lama bisa memperburuk keratosis pilaris. Mandi terlalu lama akan menghilangkan minyak alami dari kulit kamu, sehingga membuatnya kering dan teriritasi. 

Jadi, lain kali saat kamu ingin mandi air hangat, usahakan untuk mandi dalam waktu yang singkat dan tepuk-tepuk kulit kamu dengan lembut untuk mencegah iritasi lebih lanjut. 

  1. Terlalu banyak mengonsumsi produk susu

Ada orang di luar sana yang tidak dapat membayangkan hidup tanpa secangkir kopi yang dicampur dengan susu atau krim. Ada juga orang di luar sana yang tidak bisa hidup tanpa keju. Produk-produk susu memang sangat lezat dan menggiurkan. Tetapi, produk susu yang dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk iritasi kulit, jerawat, dan keratosis pilaris.

Jika kamu merasa mengalami masalah kulit setelah mengonsumsi produk susu, maka cobalah untuk menghentikan konsumsi produk susu selama 6 minggu untuk melihat apakah gejalamu berkurang. Jika gejala berkurang, maka kamu perlu mengurangi asupan produk susu harian.

  1. Menggunakan sabun wangi

Kulit ayam disebabkan oleh penumpukan keratin di pori-pori, psehingga roduk perawatan kulit yang mengandung parfum bisa memperburuk gejalanya. Sabun favorit kamu mungkin berbau seperti mawar, kemungkinan besar mengandung aditif buatan yang dapat menyumbat pori. 

Jadi, ketika mengalami masalah kulit, sebaiknya kamu mencari sabun tanpa parfum atau carilah sabun organik yang bebas bahan kimia. Selain sehat, sabun organik juga ramah lingkungan karena tidak menyisakan limbah kimia.

Baca Juga :

5 Cara Mengatasi Kulit Kering Akibat Terlalu Sering Cuci Tangan

Tips Make Up untuk Kulit Kering

Mengenali dan Mengatasi Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Rahasia Skincare Agar Awet Muda ala Wanita Indonesia

Setiap negara memiliki tips dan rahasia kecantikannya sendiri