Saat anak-anak sedang marah atau mengamuk, mereka bisa seperti bencana tornado yang rasanya tak mungkin untuk ditaklukkan. Banyak orang tua masih bertanya-tanya apa yang dapat dilakukan agar anak bisa tenang, terutama saat mengamuk di depan publik atau di tempat umum.

Sangat wajar jika orang tua merasa frustrasi ketika menghadapi anak yang menangis tanpa henti dengan suara keras sambil berteriak-teriak. Beberapa orang tua bahkan berpikir bahwa mereka gagal mengasuh anak ketika anaknya mengamuk dan tak dapat dikendalikan, padahal tidak demikian. 

Perilaku anak yang mengamuk ini merupakan tahap penting dalam perkembangan mereka, karena selama kehidupan awal, mereka belajar bagaimana cara menangani emosi.

Berikut adalah alasan mengapa anak yang mengamuk sulit dikendalikan dan bagaimana cara menangani amukan mereka : 

  1. Anak kamu tidak bisa tenang karena otak mereka sedang tumbuh dan tidak mampu menenangkan diri  

Cara kerja otak dapat dibagi menjadi aspek emosional dan rasional. Aspek emosional lebih primitif dan bekerja secara insting. Sementara itu, aspek rasional membantu kita merencanakan, berpikir sebelum bertindak, membuat keputusan moral, dan melihat sesuatu dari perspektif lain. 

Nah, selama anak mengamuk, bagian emosional dan impulsif mengambil alih dirinya, dan bagian rasional belum mampu menyeimbangkannya.

Otak anak yang sedang berkembang sulit untuk mencoba dan melihat sesuatu dari sudut pandang orang tua mereka dan sulit untuk menenangkan diri. Sebab, ketika anak mengamuk, bagian rasional dalam otaknya dimatikan.

  1. Anak mengamuk karena alasan tertentu

Biasanya, ada satu alasan mengapa anak bisa mengamuk. Hal ini terjadi karena anak kamu tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan emosi kekecewaan ini menyelimuti mereka. 

Bagi anak-anak usia 1-2 tahun, masalah utama mereka adalah komunikasi. Mereka sering kali tidak mampu mengutarakan apa yang mereka butuhkan dan inginkan, sehingga mereka tidak mendapatkan keinginannya. Inilah yang membuat mereka mengamuk tak terkendali.

  1. Coba berbicara dengan suara lembut untuk menenangkan anak

Meminta anak kamu untuk tenang, tidak akan membantu mereka berhenti mengamuk. Apalagi jika kamu meneriaki mereka, maka mereka akan semakin keras menangis dan mengamuk.

Salah satu cara untuk menenangkan mereka adalah berbicara dengan suara lembut. Coba pertahankan kontak mata dengan anak kamu, dan bicaralah dengan pelan-pelan dan bernada lembut. Hal ini akan menunjukkan kepada anak kamu bahwa kamu peduli dan mendengarkan mereka. Setelah itu, coba sentuh anak kamu dengan lembut untuk membantu mereka merasa lebih rileks.

  1. Alihkan perhatian anak

Trik lain yang dapat membantu meredakan amukan anak adalah mengalihkan perhatian mereka ke hal lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan amukannya. Misalnya kamu dapat mengajukan pertanyaan dengan lembut tentang apa yang ingin mereka makan, atau mainan apa yang ingin mereka mainkan. Memainkan permainan dapat membantu mengalihkan perhatian mereka. 

Permainan tersebut bisa jadi permainan fisik seperti lempar tangkap, bermain bola plastik, atau memainkan permainan lain yang ada di rumah. Cara lain adalah membiarkan mereka mencicipi makanan menarik, entah itu makanan asam, asin, atau pahit. Rasa penasaran dapat meredakan amukan anak.

Baca Juga :

Cara Menghadapi Anak yang Super Sensitif

Ingin Jadi Ibu yang Keren buat Anak? Lakukan 7 Hal Ini

7 Tips Agar Anak Mau Mengerjakan PR Sendiri

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Anak Lebih Suka pada Pasangan Kamu? Ini yang Harus Kamu Lakukan

Peristiwa di mana anak lebih dekat atau lebih